Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 15 November 2018 | 01:39 WIB

Impor Dibatasi, Kemendag Bikin Sulit Pabrik Baja

Jumat, 29 Juni 2018 | 08:09 WIB

Berita Terkait

Impor Dibatasi, Kemendag Bikin Sulit Pabrik Baja
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Salah satu industri baja, PT Tira Austenite mengeluhkan kebijakan pemerintah tentang kuota impor yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Alasannya, perusahaan tersebut sangat bergantung kepada impor baja sebagai bahan baku. Ketika dibatasi tentu saja mengganggu operasional perusahaan.

"Memang menjadi kendala bagi kami, karena pada 2016 itu berakhir kebijakan impor dan muncul kebijakan baru," kata Direktur Utama Tira Austenite, Selo Winardi di Jakarta, Kamis (28/6/2018).

Pada Februari 2018, impor baja diatur oleh Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 22 tahun 2018 tentang Ketentuan Impor Besi atau Baja Paduan dan Produk Turunannya, yang merupakan revisi dari Permendag Nomor 82 Tahun 2016.

Menurut dia, ekonomi dunia yang lesu berimbas pada perekonomian Indonesia yang kurang bergairah. Hal itu berakibat dari rendahnya permintaan pasar atas material baja berkualitas tinggi.

"Ditambah lagi perubahan peraturan impor dari pemetintah yang mengatur tentang kuota impor," kata Selo.

Apa upaya yang dilakukan perusahaan untuk mengatasi hal itu? Kata Selo, perusahaan melakukan inovasi-inovasi agar peraturan kuota impor ini tidak menimbulkan kerugian besar.

"Kita lebih akurasi akan kebutuhan pasar. Kita maksimalkan belanja mendekati kuota impor berakhir, sehingga kita memiliki stok yang cukup," tutur Selo.

Menurut dia, bahan baku baja yang diimpor, berasal dari Jepang (Asia) dan Eropa. Ia mengaku material baja dari China dan India juga menjadi kendala, karena kualitasnya rendah.

"Adanya alternatif sourcing material baja dari China dan India yang mempunyai harga jual lebih murah dibandingkan produk asal Eropa namun dengan kualitas lebih rendah menjadi salah satu kendala yang dihadapi perseroan," ujarnya.

Pada akhirnya pun, perusahaannya menjelaskan kepada pelanggan bahwa produk baja yang dimilikinya berkualitas tinggi. "Kita juga terima produk China, tapi sesuai dengan standar yang telah ditetapkan," ujarnya.

Selain mengedukasi pelanggan tentang kualitas produk baja yang lebih baik dengan harga yang kompetitif, perseroan juga meningkatkan kualitas pelayanan, pengiriman dan layanan purna jual.

Perseroan ini menggeluti empat bidang bisnis, yaitu divisi baja khusus, seperti tool steel, wear plate, stainless steel, dan machinery steel. Bisnis lainnya adalah pemasaran dan penjualan produk gas. [tar]

Komentar

x