Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 20 Juli 2018 | 05:58 WIB
 

Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Ikuti Sunatan Massal

Oleh : - | Jumat, 29 Juni 2018 | 11:19 WIB
Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Ikuti Sunatan Massal
(Foto: PLN)

INILAHCOM, Jakarta - PT PLN Pusat Enjiniring Ketenagalistrikan (Pusenlis) kembali menyalurkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap masyarakat Ibukota.

Kali ini, ratusan anak yatim dan dhuafa se-jabodetabek mengikuti acara khitanan massal.

"Ini bentuk kepedulian kami, PLN untuk masyarakat sekitar. Dananya diambil dari internal PLN, dana CSR. Tiap tahun memang harus menyalurkan CSR kepada masyarakat sekitar dengan tepat. Tujuannya adalah biar masyarakat tahu, bahwa PLN Peduli terhadap masyarakat, peduli terhadap lingkungan sekitarnya," ujar General Manager PLN Pusenlis, Didik Sudarmadi, di Jakarta, Kamis (28/6/2018).

Bertemakan "Senyum Bahagia Mereka, Bukti Kepedulian Terhadap Sesama", sunatan massal ini dilakukan di Gedung PLN Pusenlis, Jalan KS Tubun, Palmerah, Jakarta Barat. Pihaknya berharap, kegiatan ini bisa membantu meringankan keluarga tidak mampu untuk menghitankan anaknya.

Sedikitnya lebih dari 110 anak yatim dan dhuafa usia 3-13 tahun yang mengikuti sunatan massal tersebut. Sebelum dikhitan, anak-anak itu dihibur dengan atraksi akrobat, badut, sulap dan dongeng anak. Setiap anak pun mendapat bingkisan baju Koko dan sarung serta peralatan sekolah sebagai kadonya.

"Aksi sosial PLN Peduli ini mengandung nilai-nilai keagamaan dan kesehatan. Kalau dalam agama Islam, khitan itu wajib bagi laki-laki. Sunatan itu sebenarnya tuntunan, kita memberikan pemahaman ke mereka agar hidupnya bisa lebih baik, anak lebih Sholeh dan yang terpenting, ke depannya mereka lebih sehat. Insya Allah," katanya.

Menurut dia, sebuah perusahaan atau perorangan harus bisa memberikan manfaat untuk lingkungan sekitarnya. Sehingga, PLN Peduli selalu mendekatkan diri kepada para pelanggannya dengan cara-cara humanis. Salah satunya dengan sunatan massal itu.

Tahun ini, ada 5 kegiatan penyaluran CSR di Jakarta. Pertama, penyuluhan bahaya narkoba, di wilayah Kota Bambu Selatan. Kebetulan daerah sini cukup rawan narkoba. Kedua, penanaman seribu pohon yang kita lakukan kemarin di RPTRA Bambu Kuning dan Masyarakat Gang Hijau RW 09 Kota Bambu Selatan.

"Ketiga, sunatan massal yang sekarang sedang berlangsung, kemudian ada penanaman pohon secara hidroponik Pohon-pohon produktif bagi masyarakat agar bisa meningkatkan kesejahteraan mereka dan pelatihan pembuatan souvenir dan kuliner Betawi atau sentra kreatif Betawi kepada masyarakat dilingkungan gedung PLN Pusenlis," ungkapnya.

Dia mengatakan, unit-unit PLN di daerah lain pun melakukan hal serupa untuk menyalurkan bantuannya. Pemilihan Jakarta, ungkapnya, selain karena lokasi kantor PLN Pusenlis ada di kawasan KS Tubun, juga karena di tempat ini cukup dipadati penduduk dengan beragam karakter. Terlebih, penduduk di kawasan padat memiliki tingkat kesejahteraan yang tak merata.

"Meskipun di sini Jakarta Pusat, ini adalah wilayah yang padat. Tingkat kesejahteraannya juga tidak merata. Makanya yang disasar adalah mereka yang tidak mampu, anak yatim dan dhuafa agar bantuan ini bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya," tegasnya.

Pipit (32 tahun) dan Safi'i (31 tahun), warga Jalan C1 RT08 /10, Jatipulo, Palmerah, Jakarta Barat mengaku sangat terbantu dengan adanya sunatan massal tersebut. Pasangan muda ini sempat kebingungan, ketika anak sulungnya, Ihsan Pratama Yudha, (5 tahun), selalu merengek minta dikhitan.

"Anaknya sudah minta sejak lama, ingin disunat. Dia kan masih lima tahun, belum sekolah. Jadinya, kita harus menabung dulu untuk memenuhi permintaannya. Namanya juga orang susah. Tapi syukur, ini ada sunatan massal bantuan dari PLN," kata Safi'i.

Dia berharap, bantuan tersebut menjadi berkah buat anaknya kelak. Apalagi, ungkapnya, PLN memberikan hiburan dan cenderamata kepada anaknya. Sehingga, anak-anak tidak merasa takut dan gembira ketika akan dikhitan.

"Dia mah senang banget. Setelah nonton sulap dan badut, malah ketawa-ketawa. Jadinya, pas waktu dikhitan tidak menangis kesakitan. Dokter-dokternya sudah ahli mungkin ya. Pokoknya, terimakasih PLN," ucapnya. [jin]

Komentar

x