Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 17 Juli 2018 | 10:58 WIB
 

Aturan BI soal KPR, Mudahkan Rakyat Miliki Rumah

Oleh : Indra Hendriana | Jumat, 29 Juni 2018 | 19:40 WIB
Aturan BI soal KPR, Mudahkan Rakyat Miliki Rumah
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo bilang, BI bakal merealisasikan kebijakan makroprudensial uang muka (down paymen) KPR, atau Loan to Value dan Financing to Value (LTV/FTV).

Perry mengungkapkan, kebijakan itu akan berlaku pada 1 Agustus 2018 ini, mempermudah masyarakat untuk memiliki rumah. Konkretnya, aturan anyar ini membebaskan LTV/FTV kepada masyarakat untuk pembelian rumah pertama semua tipe.

"Sedangkan untuk pembelian rumah kedua, dan seterusnya dikenakan rasio LTV/FTV 80%-90% terkecuali untuk tipe dibawah 21 meter persegi yang memang kami bebaskan LTV/FTV-nya. Besaran rasio diserahkan kepada bank tersebut sesuai manajemen resiko masing-masing bank," kata Perry saat jumpa pers di kantornya, Jakarta, Jumat (29/6/2018).

Selain itu, lanjut Perry, diberikan pelonggaran fasilitas kredit/pembiayaan mekanisme inden. Di mana, fasilitas kredit/pembiayaan mekanisme inden dimungkinkan 5 fasilitas kredit tanpa melihat urutan.

Kemudian, diberikan penyesuaian pengaturan tahapan dan besaran pencairan kredit/pembiayaan menjadi maksimal pencairan kumulatif sampai dengan 30% dari plafon setelah akad kredit. "Begitu akad kredit ditangan bisa dicairkan kredit maksimum 30%. Selanjutnya pondasi selesai, maksimum pencairan kumulatif kredit sampai dengan 50% dari plafon," ujar dia.

Sedangkan untuk tahapan tutup atap selesai, maksimum pencairan kumulatif kredit sampai dengan 90% dari plafon. Sementara maksimum pencairan 100% dari plafon, dilakukan pada saat pendantangan berita serah terima yang telah dilengkapi Akta Jual Beli (AJB) dan covernote. "Ini adalah relaksasi mengenai termin pembayaran dari ketentuan sekarang," katanya.

Menurut Perry, kebijakan ini guna menjaga momentum pemulihan ekonomi dan stabilitas sistem keuangan dengan tetap memperhatikan aspek kehati-hatian dan perlindungan konsumen.

Di mana, terdapat persyaratan prudensial pada perbankan yang menyediakan LTV/FTV tersebut, yakni hanya untuk bank dengan rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) net kurang dari 5%. Serta NPL kredit properti secara gross berada di bawah 5%. "Sasaran relaksasi mendorong first time buyer, pada saat yang sama, menstimulas untuk tipe rumah investasi," kata Perry. [ipe]

Komentar

x