Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 14 November 2018 | 00:07 WIB

Jonan Sowan ke Adkerson Bukti Freeport Anak Emas

Oleh : M Fadil Djaelani | Jumat, 29 Juni 2018 | 20:16 WIB

Berita Terkait

Jonan Sowan ke Adkerson Bukti Freeport Anak Emas
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kunjungan Menteri ESDM Ignasius Jonan ke Amerika Serikat (AS) untuk sowan ke CEO Freeport McMoran, Richard Adkerson dipersoalkan. Membuktikan bahwa Freeport benar-benar anak emas.

Wakil Ketua Komisi VII DPR, Herman Khaeron meminta kepada Pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM untuk tidak menjadikan PT Freeport Indonesia (PTFI) sebagai 'anak emas' di Indonesia.

Pasalnya, lambatnya proses pembangunan smelter yang dijanjikan Freeport tak kunjung terselesaikan hingga kini, apalagi soal janji divestasi 51% saham Freeport ke Pemerintah Indonesia yang dijanjikan perusahaan tukang keduk emas asal AS tersebut. "Pemerintah harus tetap tegas kepada Freeport dan kita (Komisi VII) terus pantau perkembangan ini," kata Herman kepada INILAHCOM, di Jakarta, Jumat (29/6/2018).

Sebelumnya, Menteri ESDM Ignasius Jonan bertandang ke Amerika Serikat (AS) dan bertemu dengan CEO Freeport McMoran Richard Adkerson, pertemuan ini disela-sela acara World Gas Conference 2018 di Washington, AS.

Dalam pertemuan terbatas mereka membicarakan hal-hal terkait kelanjutan operasional tambang Freeport yang ada di tanah Papua. "Kita akan terus kawal masalah ini, DPR fungsinya mengawasi, kita tidak ingin masalah ini terus berlarut-larut, Pak Jonan bisa kita percaya," kata Herman.

Seperti diberitakan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan sengaja berkunjung ke Amerika Serikat (AS) untuk bertemu CEO Freeport McMoran, Richard Adkerson.

Dalam pertemuan terbatas yang dikemas dengan jamuan makan siang ini, keduanya membahas kelanjutan operasional tambang Freeport yang berada di Papua. Hadir dalam kesempatan ini, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas.

Usai pertemuan, Jonan menuturkan hasilnya. "Kesepakatan semua sudah selesai, yaitu soal kepastian usaha dan management control. Akuisisi juga sudah sepakat selesai, tinggal legal documentation dan Inalum cari pinjaman," kata Jonan dikutip dari CNBC Indonesia, Kamis (28/6/2018).

Mengingatkan saja, pemerintah menargetkan divestasi 51% saham Freeport bisa rampung bulan ini. Semula, pemerintah berencana divestasi dilakukan dua tahap, yakni mengakuisisi saham Rio Tinto di tambang Grasberg, Papua, terlebih dulu. Belakangan, skema ini berubah menjadi satu tahap.

Jonan menjamin, proses divestasi Freeport masih sesuai rencana, dan bisa diselesaikan pada Juni ini. "Besok Pak Tony pulang, saya instruksikan kolega saya selesaikan dokumentasinya," kata dia.

Terkait berapa nilai valuasi yang disepakati pemerintah dengan Freeport, Jonan dan Freeport bungkam saja. "Nilai masih rahasia," kata Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas.

Hanya dikatakan Jonan, pemerintah dan Freeport akan membentuk joint venture yang sehat dan menyusun target bersama hingga 2041. Namun, tak dijelaskan secara detil keisitimewaan pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas di Freeport. [ipe]

Komentar

x