Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 18 Juli 2018 | 02:32 WIB
 

Soal Freeport, Jonan Diminta Jangan Banyak Bicara

Oleh : Indra Hendriana | Sabtu, 30 Juni 2018 | 04:19 WIB
Soal Freeport, Jonan Diminta Jangan Banyak Bicara
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignatius Jonan - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignatius Jonan pastikan kelanjutan operasional tambang Freeport yang ada di tanah Papua sudah selesai bukan Juni 2018 ini.

Hal itu dipastikan Jonan setelah bertandang ke Amerika Serikat dan bertemu CEO Freeport McMoran Richard Adkerson beberapa waktu lalu. Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara mengatakan, bahwa informasi itu biasa saja. Sebab, bukan kali ini Jonan mengatakan hal tersebut.

"Kalau soal setuju mau disvestasi 51% ini kan informasinya sudah basi. Jonan itu sudah berkali-kali ngomong dan banyak diberitakan media beberapa bulan yang lalu, dan Jonan itu terlalu aktif bilang selesai bulan ini, ternyata engga, bulan ini selesai ternyata engga. Jonan itu kami minta supaya tutup mulut," kata Marwan melalui sambungan telepon, Jakarta, Jumat (29/6/2018).

Menurut dia, Indonesia mendapat saham 51% dari Freeport adalah sesuatu keharusan. "Kalau 51% itu kan merupakan kewajiban yang harus dipenuhi freeport sesuai dengan peraturan yang ada. Dan itu tidak boleh ditawar lagi," kata dia menegaskan.

Dia menegaskan, yang terpenting dari didapatnya saham 51 persen adalah Indonesia harus menjadi pengendali dari pertambangan itu. "Siapaun yang punya saham mayoritas maka dia yang menjadi pengendali. Tidak ada ceritanya didunia itu saham 51 % tapi tidak mengendalikan," kata dia.

Dijetahui, Jonan bertemu dengan CEO Freeport McMoran Richard Adkerson di Amerika Serikat (AS) beberapa waktu lalu. Pertemuan itu hasilnya semua kesepakatan telah selesai, yaitu soal kepastian usaha dan management control. Akuisisi juga sudah sepakat selesai, tinggal legal documentation dan Inalum.

Pemerintah menargetkan proses divestasi saham PT Freeport Indonesia sebesar 51% bisa rampung bulan Juni 2018. Semula, pemerintah berencana divestasi dilakukan dua tahap yakni dengan mengakuisisi saham Rio Tinto yang ada di tambang Grasberg, Papua, terlebih dulu. Belakangan, skema ini berubah menjadi satu tahap.

Jonan meyakinkan bahwa proses ini masih sesuai rencana dan bisa diselesaikan Juni ini. Namun, terkait berapa nilai valuasi yang akhirnya disepakati kedua belah pihak, baik Freeport maupun kementerian belum mau mengungkapnya.

Demikian juga terkait mekanisme pengelolaan tambang setelah pemerintah menjadi pemegang saham mayoritas belum dapt dirincikan. Jonan menegaskan Freeport dan pemerintah akan membuat Joint Venture yang sehat dan menyusun target bersama hingga 2041. [ipe]

Komentar

x