Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 15 November 2018 | 05:59 WIB

BI Kerek Suku Bunga, Darmin Minta OJK Bergerak

Sabtu, 30 Juni 2018 | 13:09 WIB

Berita Terkait

BI Kerek Suku Bunga, Darmin Minta OJK Bergerak
Menko Perekonomian Darmin Nasution - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menko Perekonomian Darmin Nasution, mengapresiasi nyali Bank Indonesia (BI) mengerek suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 5,25%.

"Kalau soal harus naik, semua orang sudah tahu. Tidak ada cara lain. Tidak naik, ketinggalan. Orang lain naik, itu akan membuat 'capital flight'. Kami sambut apa yang dilakukan BI," kata Darmin di Jakarta, Jumat (29/6/2018).

Darmin meyakini, kenaikan suku bunga acuan tersebut untuk merespons berbagai perkembangan dunia saat ini mulai dari kenaikan suku bunga The Fed, potensi perang dagang dan kondisi geopolitik terkini.

Berbagai tekanan global tersebut telah menjadi alasan terjadinya perlemahan nilai tukar rupiah terhadap US$, maupun penurunan kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa minggu terakhir.

Meski demikian, Darmin yang juga mantan Gubernur BI ini, berharap, kenaikan suku bunga acuan ini, tidak langsung disertai kenaikan bunga kredit di perbankan. Kalau naik tentunya memberatkan kegiatan usaha di sektor riil yang selama ini menjadi pendukung utama perekonomian.

"Sebenarnya ini tidak mudah, tapi OJK sebenarnya bisa mendorong agar jangan buru-buru menaikkan bunga kredit. Kurangi sedikit margin bunga kredit. Walaupun itu tidak bisa dipaksa-paksa, karena itu banknya dia," ujar Darmin.

Masih menurut mantan Dirjen Pajak ini, pemerintah juga telah berupaya untuk mengatasi ancaman gejolak eksternal tersebut melalui perbaikan defisit neraca transaksi berjalan yang selama ini menjadi penyebab domestik terjadinya pelemahan rupiah.

Salah satu upaya itu adalah dengan memperbaiki daya saing usaha dan memperkuat sektor investasi, terutama dalam bidang ekspor yang dibutuhkan untuk meningkatkan kinerja perdagangan internasional.

"Terutama kemudahan perizinan supaya investasi banyak yang masuk. Syukur-syukur investasinya di bidang yang melakukan ekspor, karena selama dua tiga tahun ini, investasi masuk lebih banyak yang menjual ke dalam negeri," ujarnya.[tar]

Komentar

x