Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 20 Juli 2018 | 05:45 WIB
 

Apa Catatan Lebaran 2018 Tim Posko Nasional ESDM?

Oleh : Wahid Ma'ruf | Minggu, 1 Juli 2018 | 03:03 WIB
Apa Catatan Lebaran 2018 Tim Posko Nasional ESDM?
(Foto: inilahcom/ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Dalam pelayanan Bahan Bakar Minyak (BBM), Tim Posko Nasional ESDM melaporkan selama periode Idulfitri kemarin stok BBM berada dalam kondisi aman. Terjadi peningkatan pendistribusian BBM jenis bensin/gasoline sebesar 12% dari rata-rata pendistribusian normal.

"Premium kenaikannya 23 persen, Pertalite kenaikan 6 persen, kemudian Pertamax itu ada kenaikan 13 persen." Terang Anggota Komite BPH Migas Muhammad Ibnu Fajar pada konferensi pers Pelaksanaan Posko Nasional ESDM Hari Raya Idulfitri tahun 2018 di Jakarta, Kamis (28/6).

Sementara itu, untuk BBM jenis gasoil/solar terjadi penurunan pendistribusian sebesar 8% dari rata-rata pendistribusian normal. Dengan rincian Solar/Akrasol turun 8%, Dexlite turun 6% dan Pertamina Dex turun 1%.

"Jadi kalo Gasoline naik Solar nya turun, ini biasa terjadi di setiap Hari Raya karena memang aktivitas produksi di industri turun," tambah Ibnu seperti mengutip dari laman resmi Kementerian ESDM.

Tim Posko Nasional ESDM Bermarkas di Gedung BPH Migas, yang terdiri dari BPH Migas, Badan Geologi KESDM, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan KESDM, Direktorat Jenderal Migas KESDM, PT. Pertamina (Perdero), PT. AKR Corporindo, PT. PGN (Persero), PT. Pertagas Niaga, dan PT. PLN (Persero) melaporkan hasil kegiatan Posko Nasional ESDM selama periode Idulfitri Tahun 2018 yang dimulai pada tanggal 31 Mei 2018 sampai dengan tanggal 28 Juni 2018 atau H+13 Idulfitri.


Sementara itu, untuk BBM jenis Avtur, Tim Posko Nasional ESDM melaporkan terjadi peningkatan pendistribusian Avtur 1,26% yang terjadi pada H-7 Idul Fitri sebesar 16 ribu KL atau meningkat 7,9%. Peningkatan ini terjadi di bandara-bandara utama yaitu, Soekarno Hatta di Banten, Ngurah Rai di Bali, Juanda di Surabaya dan Adi Sucipto di Yogyakarta.

Dalam meningkatkan pelayanan penyaluran BBM kepada masyarakat pada arus balik, Posko Nasional ESDM juga menyediakan tambahan sarana penunjang di jalur-jalur lintas Jawa dan Sumatera yang terdiri dari Kiosk Kemasan dengan total 72 titik, Motor Kemasan sejumlah 283 unit, Mobile Dispenser 32 unit, Kantong BBM SPBU sejumlah 117 titik, dan Serambi Pertamax dengan total 13 titik.

Pada kesempatan yang sama, Ibnu juga menjelaskan bahwa stok LPG selama periode Idul Fitri kemarin tercatat dalam kondisi aman. Ada peningkatan pendistribusian LPG untuk rumah tangga sebesar 4,4% dari rata-rata pendistribusian normal dengan total realisasi sebesar 563.580 MT. Dimana puncak realisasi LPG untuk rumah tangga terjadi pada H-2 sebesar 27.074 MT.

Kondisi penyaluran gas untuk Jargas dan BBG PGN berada dalam kondisi terlayani dengan baik. Dimana penyaluran gas untuk Jargas PGN (Jakarta, Tangerang, Bogor, Cirebon, Palembang, Lampung, Surabaya, Blora, Semarang, Tarakan, Sorong, dan Batam) dilaporkan mengalami penurunan sebesar 5% dibandingkan kondisi penyaluran gas jargas pada bulan sebelumnya.

Untuk sektor kelistrikan, secara umum kondisi Kelistrikan Nasional dilaporkan berada pada kondisi aman dan normal. Beban puncak nasional tertinggi terjadi pada tanggal 5 Juni 2018 sebesar 35.086 MW dan beban puncak nasional terendah terjadi pada tanggal 15 Juni 2018 sebesar 24. 243 MW.

"Untuk kondisi pasokan listrik ini alhamdulilah aman. Tidak terjadi unpredictable situation seperti total shutdown atau lainnya. Jadi kondisinya aman," jelas Ibnu.

Terkait antisipasi bencana Geologi, tercatat pada periode Idulfitri Tahun 2018 kemarin telah terjadi 15 gempa bumi dengan magnitudi 4.2 - 5.7 yang tidak berpotensi tsunami. Namun, terdapat gempa bumi merusak yang terjadi di daerah Sumenep dan sepanjang pantai Sarmi Papua yang menimbulkan korban luka ringan dan puluhan rumah rusak berat maupun ringan. Untuk Status Gunungapi, Tim Posko Nasional ESDM menjelaskan terdapat 1 Gunungapi dengan status awas (G. Sinabung), 1 Gunungapi Status Siaga (G. Agung), dan 49 Gunungapi dengan kondisi normal. Sedangkan untuk bencana tanah longsor, tercatat terjadi 21 gerakan tanah di 19 Kabupaten/Kota dalam 12 Provinsi yang berdampak pada lalu lintas terhambat, 13 rumah rusak, +- 52 warga mengungsi dan listrik putus di Toraja.


Komentar

x