Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 20 September 2018 | 02:36 WIB

Soal Freeport, Jonan Diminta Terbuka

Oleh : Indra Hendriana | Minggu, 1 Juli 2018 | 18:07 WIB

Berita Terkait

Soal Freeport, Jonan Diminta Terbuka
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignatius Jonan baru-baru ini bertandang ke Amerika Serikat (AS) dan bertemu dengan CEO Freeport McMoran Richard Adkerson.

Jonan mengklaim, hasil pertemuan terbatas itu semua kesepakatan telah selesai, yaitu soal kepastian usaha dan management control. Akuisisi juga sudah sepakat selesai, tinggal legal documentation dan Inalum.

Proses divestasi saham PT Freeport Indonesia sebesar 51% diklaim bisa rampung bulan Juni 2018. Semula, pemerintah berencana divestasi dilakukan dua tahap yakni dengan mengakuisisi saham Rio Tinto yang ada di tambang Grasberg, Papua, terlebih dulu. Belakangan, skema ini berubah menjadi satu tahap.

Namun, terkait berapa nilai valuasi yang akhirnya disepakati kedua belah pihak, baik Freeport maupun kementerian belum mau merinci.

Demikian juga terkait mekanisme pengelolaan tambang setelah pemerintah menjadi pemegang saham mayoritas belum dapt dirincikan. Jonan menegaskan Freeport dan pemerintah akan membuat Joint Venture yang sehat dan menyusun target bersama hingga 2041.

Menanggapi hal ini, anggota Komisi VII DPR Ramson Siagian meminta, sebaiknya pemerintah lebih terbuka dan memberikan informasi yang rinci dari setiap kesepakatan yang terjalin dengan PT Freeport.

Pemeintah selama ini dinilai dalam setiap kesepakatan dengan Freeport hanya dijadikan sebagai alat pencitraan. Sebeb, selama ini posisi pemerintah tidak tegas.

"Itu partisipasi interest dari Rio rinto, jadi bukan disvestasi saham 51 persen. Lalu jalan itu engga. Jadi makanya kalau pemerintah berikan informasi freeport yang bener. Apa adanya, fakta. Jangan berikan informasi seperti pencitraan dan membingungkan rakyat," kata Ramson dalam sambungan telepon, di Jakarta, Minggu (1/7/2018).

Menurut dia, yang dilakukan oleh pemeintah yang menyebut sudah berhasil disvestasi saham 51% itu, rupanya tidak. Sebab, ada fakta lain yang juga mencuat.

"Yang terjadi bukan divestasi saham 51 persen tapi hak partisipasi interestnya Rio Tinto yang diberikan freeport karena freeport memperoleh uang pada Rio Tinto sekian tahun lalu, itu dinilai 40 persen. Yang 40 persen itu yang mau diover ke pemerintah Jokowi. Apakah nanti 40 persen partipasi interest itu akan dikonversi jadi saham itu juga belum jelas," kata dia.

Dengan begitu, dia mempertayakan terkait apa yang disetujui antara PT Freport dan Indonesi. Sebab, Jonan tidak merincikan hal tetsebut.

"Jadi ini yang maksudnya freeport menyetujui apanya yg disetujui? Bilang supaya pemerintah memberi informasi yang jelas," kata dia. [jin]

Komentar

x