Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 22 September 2018 | 15:12 WIB

Ketika Menteri Rini Jadi Pemetik Kopi

Senin, 2 Juli 2018 | 05:09 WIB

Berita Terkait

Ketika Menteri Rini Jadi Pemetik Kopi
Menteri BUMN Rini Soemarno - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Banyuwangi - Menteri BUMN Rini Soemarno, Minggu (1/7/2018) siang, merasakan sensai saat panen raya kopi rakyat di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Lokasinya di kebun kopi yang menjadi mitra binaan PT Perkebunan Nusantara XII (Persero) di Gunung Gumitir, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

"Saya sangat senang. Ini pengalaman yang tidak terlupakan karena bisa memetik kopi langsung dari pohon, menyortir, kemudian dapat langsung menikmati kopi hasil racikan barista," kata Rini didampingi Dirut PTPN XII, Berlino Mahendra Santosa; Dirut PT Bank BNI Tbk (Persero), Achmad Baiquni; Dirut Bank BTN, Maryono; dan sejumlah deputi Kementerian BUMN.

Dalam kesempatan ini, Rini beserta rombongan bisa melihat dari dekat kebun kopi rakyat yang menghasilkan kopi jenis robusta.

Tiba di lokasi, Rini bersama-sama dengan ratusan petani langsung ikut masuk ke sela-sela kebun untuk memanen biji kopi yang siap dipetik.

Layaknya seorang petani dan di tengah panas terik, Rini cekatan memetik satu per satu biji kopi yang dalam bahasa latin disebut "coffea canephora" ini dan memasukkannya ke keranjang.

Sekitar lima belas menit kemudian, Rini menyortir biji kopi hasil petikannya yang dibedakan antara kopi dengan kulit ari berwarna merah, hitam dan hijau. "Yang merah itu berkualitas super, harganya pun tinggi," ujarnya.

Seakan menikmati sensasi memetik kopi, Rini dengan bangga menunjukkan biji kopi yang dipetiknya kepada awak media.

Panen kopi di Gunung Gumitir ini adalah hasil sinergi PT PTPN XII yang menjadi pembina sekaligus pembeli langsung hasil kopi rakyat dan Bank BNI sebagai penyedia Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Selama ini kopi rakyat masih sulit memperoleh akses pembiayaan, akses pasar dan akses mendapatkan pelatihan budi daya kopi yang baik.

"Petani kopi harus didorong agar tidak hanya sekedar menghasilkan biji kopi, tetapi juga harus bisa melakukan proses lanjutan, seperti memproduksi `green coffee` (kopi hijau) sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani," ujarnya.

Usai memetik kopi, Rini disuguhi secangkir kopi. "Ini benar-benar nikmat. Rasanya, tidak kalah dengan kopi internasional yang dijual di kafe-kafe mahal di ibu kota," kata dia.

Perempuan kelahiran Maryland, Amerika Serikat, 9 Juni 1958 ini memang penggemar kopi. Pada setiap kunjungan kerjanya Rini selalu menyempatkan diri menikmati kopi lokal di daerah yang didatanginya.

Setelah menyeruput kopi, Rini kemudian berdialog dengan sekitar 200 petani kopi untuk mendengarkan masukan petani, sekaligus memberikan bantuan mesin pengolah kopi kepada mereka. [tar]

Komentar

x