Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 21 Oktober 2018 | 05:35 WIB

DPR Ingatkan BI tak Anggap Enteng Suku Bunga AS

Selasa, 3 Juli 2018 | 04:09 WIB

Berita Terkait

DPR Ingatkan BI tak Anggap Enteng Suku Bunga AS
Ketua DPR Bambang Soesatyo - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Ketua DPR Bambang Soesatyo mengingatkan Bank Indonesia (BI) untuk fokus terhadap kenaikan suku bunga di AS (Fed Fund Rate/FFR) yang melemahkan rupiah.

Meski pelemahan nilai tukar (kurs) rupiah terhadap US$, belum menimbulkan kepanikan di kalangan pelaku pasar, BI dimintanya perlu melakukan langkah yang tak biasa atau out of the box.

Ya, Bamsoet, sapaan akrab Bambang Soesatyo ingin agar pelemahan kurs rupiah tidak semakin dalam. "Sampai kapan kita terus dihantui kenaikan suku bunga The Fed? Di masa ekonomi global yang tak pasti ini, tidak ada jaminan The Fed tidak akan menaikan suku bunganya kembali. Kita harus bersiap diri dengan menguatkan ekonomi rakyat, seperti sektor pariwisata dan UMKM yang dapat membentengi kita dari ancaman ekonomi global," pesan Bamsoet saat menerima Gubernur BI Perry Warjiyo dan jajaran Dewan Gubernur BI di ruang kerja Ketua DPR, Jakarta, Senin (02/07/2018).

Politisi Golkar ini menegaskan, perlambatan ekonomi di Indonesia yang disebabkan gonjang-ganjing ekonomi dunia, terutama dampak perang dagang AS dengan China, tidak hanya direspons BI dengan kebijakan moneter saja.

Tetapi, juga harus didorong oleh kebijakan fiskal yang dijalankan pemerintah. "Saya apresiasi langkah BI yang telah menaikan suku bunga acuan, namun tetap menjaga ketersediaan likuiditas. Sinyal pengetatan moneter yang hati-hati dan terukur yang dilakukan BI ini juga harus diimbangi pemerintah, melalui pengelolaan fiskal agar dapat menggeliatkan sektor riil," paparnya.

Kata Bamsoet, DPR terus mendorong agar tercipta harmonisasi antara kebijakan moneter dan fiskal. Sehingga, kepercayaan pasar juga tetap terjaga. Untuk itu perlu sinergitas dari seluruh stakeholder, khususnya pelaku pasar, perbankan, dan dunia usasa menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.

Dia mencontohkan, DPR telah memberikan dukungan terhadap pengembangan 10 Bali Baru sebagai destinasi unggulan pariwisata Indonesia. Dirinya yakin Bank Indonesia juga sudah memberikan dukungan sesuai kewenangannya.

"Kalau sektor pariwisata dan UMKM kita garap serius dengan political will yang sama dari berbagai lembaga negara, saya yakin hasilnya akan dahsyat. Bergeraknya sektor rill serta didampingi kebijakan moneter yang dilakukan Bank Indonesia akan membuat benteng ekonomi kita tangguh. Sehingga sekeras apapun gonjang-ganjing ekonomi dunia, tidak akan merapuhkan perekonomian nasional," kata Bamsoet.

Dalam kesempatan ini, Bamsoet mengapresiasi BI yang telah merelaksasi kebijakan makroprudensial, seperti melonggarkan Loan to Value (LTV) dan Financing to Value (FTV) yang dapat menggerakan sektor properti.

Di sisi lain, masyarakat juga mendapatkan kemudahan dalam memperoleh rumah. "Sektor properti mampu menggerakan banyak bidang usaha serta membuka banyak lapangan pekerjaan. Aktifnya sektor properti akan membuat daya tahan perekonomian kita meningkat. Dengan demikian, ditengah kondisi pelemahan rupiah maupun situasi global yang tak jelas ini, saudara-saudara kita yang belum mempunyai rumah tetap bisa mendapatkan kredit secara mudah," kata Bamsoet.

Dalam pertemuan dengan Gubernur BI ini, Bamsoet didampingi dua Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah. Adapula Anggota DPR Ahmad Sahroni dan Muhammad Misbakhun. Sementara Perry ditemani anggota deputi gubernur BI diantaranya Rijanto, Sugeng, Rosmaya Hadi, dan Dody Budi Waluyo. [tar]

Komentar

x