Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 15 November 2018 | 06:01 WIB

Soal Ketimpangan, Menkeu Sebut RI masih Beruntung

Oleh : Mohammad Fadil Djailani | Selasa, 3 Juli 2018 | 15:06 WIB

Berita Terkait

Soal Ketimpangan, Menkeu Sebut RI masih Beruntung
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut Indonesia masih beruntung soal ketimpangan ekonomi dibandingkan dengan negara lain yang sejajar atau negara emerging market.

"Gini ratio yang tadinya 0,4 turun jadi 0,39 dan kita mencoba untuk menurunkan terus. Walaupun kalau Anda membandingkan seluruh dunia angka 0,39 itu nggak separah negara-negara lain yang jauh lebih timpang bisa sampai 0,5 atau bahkan mendekati 0,6," kata Sri Mulyani dalam acara Seminar Nasional bertema "Ekonomi Pasar Pancasila: Jalan baru Ekonomi Indonesia di Hotel Le Meredien, Jakarta, Selasa (3/7/2018).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini lantas mencontohkan negara dengan ketimpangan ekonomi yang lebih parah semisal dengan negara Republik Rakyat China (RRC) ataupun dengan negara yang berada di kawasan Amerika Latin.

"Latin Amerika itu contohnya, atau even RRT itu lebih tinggi dari kita ketimpangannya padahal itu negara komunis. Oleh karena itu kami akan terus gunakan instrumen dalam menjaga stabilitas," katanya.

Maka dari itu kata dia, pengelolaan anggaran dalam hal ekonomi menjadi penting dilakukan agar ketimpangan ekonomi di Indonesia semakin mengecil dengan mempertimbangkan asas Pancasila.

"Bagaimana kita aktualisasi Pancasila dalam konteks ekonomi pasar dengan instrumen APBN. APBN terdiri dari penerimaan negara, belanja dan pembiayaan. Maka ketiga faktor itu mencoba untuk terus mendekatkan kita pada aktualisasi dari Pancasila," katanya.

Dalam mengaktualisasikan nilai Pancasila, menurutnya pemerintah sudah mereformasi pajak, termasuk perbaikan angka ketimpangan. Hanya saja, dia menyadari terkadang desain pembangunan justru membuat ketimpangan malah terjadi.

"Kadang kadang waktu kita desain pembangunan, ketimpangan itu terjadi. Maka kita cari instrumen untuk menetralisir," ujarnya. [jin]

Komentar

x