Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 September 2018 | 19:01 WIB

Ini Harga Indeks Pasar Bahan Bahan Nabati

Oleh : Wahid Ma'ruf | Selasa, 3 Juli 2018 | 17:05 WIB

Berita Terkait

Ini Harga Indeks Pasar Bahan Bahan Nabati
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Memasuki bulan Juli 2018, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merilis besaran Harga Indeks Pasar (HIP) Bahan Bakar Nabati (BBN), yang meliputi biodiesel dan bioetanol.

Harga kedua komoditas tersebut mengalami penurunan diakibatkan faktor melemahnya harga minyak sawit atau Crude Palm Oil (CPO) maupun menguatnya kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Tarif biodiesel ditetapkan sebesar Rp7.949 per liter atau turun tipis Rp 191 dari bulan Juli 2018 lalu, yaitu Rp8.140/liter. Harga tersebut masih belum termasuk dengan perhitungan ongkos angkut, yang berpedoman pada Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No.1770 K/12/MEM/2018.

Penurunan ini terjadi akibat menurunnya harga minyak kelapa sawit, pada perhitungan yang tertera pada Surat Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Nomor 3381/10/DJE/2018 seperti mengutip dari laman resmi KESDM.

HIP biodiesel ini ditopang oleh harga rata-rata minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) sepanjang 25 Mei 2018 hingga 24 Juni 2018 sebesar Rp 7.740 per kilo gram (kg). Harga ini lebih rendah pada periode sebelumnya, yaitu Rp7.954 per kg.

Penurunan harga terjadi pula pada HIP bioetanol. Harga pasar bioetanol diplot sebesar Rp9.900 per liter oleh Pemerintah setelah selama lima bulan terakhir sempat mengalami kenaikan dari Rp10.059 (Februari), Rp 10.083 (Maret), Rp10.140 (April), Rp10.147 (Mei), dan Rp10.210 (Juni).

Faktor penurunan ini ditentukan oleh rata-rata tetes tebu Kharisma Pemasaran Bersama (KPB) selama 25 Agustus 2018 - 24 Juni 2018 tercatat sebesar Rp1.533 per kg ditambah besaran dolar Amerika Serikat, yaitu US$0,25 per liter dikali 4,125 kg per liter.

Untuk HIP BBN ditetapkan setiap bulan dan dilakukan evaluasi paling sedikit 6 bulan selali oleh Direktur Jenderal EBTKE.

Komentar

x