Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 20 Juli 2018 | 06:04 WIB
 

Bea Cukai Hadiri Pertemuan Kepabeanan di Belgia

Oleh : - | Selasa, 3 Juli 2018 | 18:39 WIB
Bea Cukai Hadiri Pertemuan Kepabeanan di Belgia
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Bea Cukai Indonesia bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) turut hadir dalam pertemuan 132nd Session of the Customs Co-Operation Council yang diadakan pada 28-30 Juni 2018 di Brussel, Belgia.

Pertemuan tertinggi para pemimpin administrasi kepabeanan ini untuk membahas dan memutuskan arah kebijakan, menentukan program dan kegiatan, memutuskan frame of standards dan guidelines, serta memberikan arahan terkait isu-isu dan permasalahan kepabeanan yang masih perlu pendalaman.

Dalam pertemuan tersebut dibahas beberapa isu penting di antaranya Indonesia telah menyampaikan intervensi di berbagai bidang yang menjadi prioritas antara lain bidang e-commerce, enforcement, trade of facilitation, capacity building, isu Kosovo, dan kembali terpilihnya Mr Kunio Mikuriya sebagai World Customs Organization (WCO) Secretary General. Dalam kesempatan ini Indonesia juga terpilih di Policy Commission sebagai anggota Audit Committee WCO.

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga, Robert Leonard Marbun menyatakan di bidang e-commerce, Indonesia kembali menyampaikan agar WCO lebih aktif bekerja sama dan telibat dalam berbagai pertemuan teknis e-commerce di World Trade Organization (WTO).

"Kami juga mengusulkan agar WCO aktif melakukan pendekatan dan diskusi dengan WTO untuk memperjuangkan posisi Indonesia terkait term of digital product. Selain itu Indonesia juga telah mengajukan proposal kepada WCO untuk membentuk Working Group of e-Commerce on digital product, dan siap bekerja sama dalam chairmanship bersama WCO. Indonesia juga sudah melakukan pendekatan dan secara prinsip WCO memandang positif usulan Indonesia dan menyampaikan akan membentuk task force/study group on e-commerce," ungkap Robert.

Di bidang penindakan, Indonesia menyampaikan urgensi seluruh administrasi kepabeanan di dunia untuk secara solid bekerja sama dalam memberantas pergerakan yang melibatkan mafia atau sindikat. "Kami meminta urgensi dari para administrasi kepabeanan di dunia untuk dapat melakukan pertukaran informasi berupa real data instan sehingga dapat secara cepat dilakukan analisis intelijen untuk rekomendasi tindak lanjut aktivitas operasionalnya," ujar Robert.

Bea Cukai Indonesia juga menyampaikan usulan di bidang fasilitasi perdagangan di mana Indonesia mengusulkan dukungan kepada WCO untuk pembentukan Working Group on Performance Measurement dan siap bekerjasama Indonesia mendorong WCO agar segera merumuskan metodologi alternative customs performance measurement untuk menjawab kekurangan metodologi yang digunakan oleh World Bank di EODB, serta menyampaikannya kepada World Bank.

Sementara itu, di bidang Capacity Building, Indonesia menyampaikan usulan Pusdiklat Bea Cukai dan Laboratorium Bea Cukai untuk menjadi salah satu Regional Training Centre and Regional Customs Lab di kawasan Asia Pasifik.

Selain pertemuan tersebut, Bea Cukai Indonesia dan BPK juga mengadakan pertemuan dengan administrasi Kepabeanan Belanda dan Kepabeanan Belgia. Bea Cukai Indonesia telah menjalin kesepakatan dengan Bea Cukai Belanda terkait percepatan implementasi Letter of Intent terkait Reputable Traders. Diharapkan hasilnya akan meningkatkan ekspor ke Belanda, karena ekspor Indonesia akan mendapat kemudahan/fasilitas customs clerance di Port of Rotterdam dan Airport of Schiphol.

Sementara Bea Cukai Belgia dan Bea Cukai Indonesia juga telah menjalin kesepakatan terkait penguatan kerja sama pemberantasan illicit trade, TOC dan terorisme. Untuk mendukung efektivitas kerja sama tersebut, Bea Cukai Indonesia dan Belgia juga telah sepakat untuk menempatkan atase Belgia di Jakarta. Tidak ketinggalan, Bea Cukai Indonesia juga meminta dukungan Belanda dan Belgia untuk membantu Indonesia dalam pertukaran data PNRGov dengan Uni Eropa. [*]

Tags

Komentar

x