Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 13 November 2018 | 12:51 WIB

Sinyal Sri Mulyani, Impor Bakal Diperketat

Oleh : M Fadil Djailani | Rabu, 4 Juli 2018 | 11:12 WIB

Berita Terkait

Sinyal Sri Mulyani, Impor Bakal Diperketat
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Terkait jebloknya neraca transaksi berjalan, pemerintah bakal memperketat impor. Bisa jadi bakal ada pembatasan yang ekstra ketat.

"Kita mulai meneliti soal impor. Apakah betul-betul dibutuhkan untuk perekonomian Indonesia. Kita juga akan semakin selektif akan meneliti, siapa-siapa yang membutuhkan. Apakah dalam bentuk bahan baku ataupun barang modal," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Gedung DPR, Jakarta pada Selasa (3/7/2018).

Sri Mulyani mengatakan, pemerintah bersama Bank Indonesia (BI), serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terus memantau berbagai kondisi terkait dinamika nilai tukar rupiah khususnya terhadap US$. Serta perekonomian nasional secara keseluruhan. Termasuk defisit neraca transaksi berjalan.

Oleh karena itu, pemerintah akan berkoordinasi untuk bisa memperbaikinya dengan mendukung ekspor dan mendorong pariwisata sebagai kegiatan yang bisa menghasilkan devisa untuk negara.

Hal itu menjadi respons pemerintah atas tren pelemahan rupiah yang terus terjadi, meski BI sudah mengerek suku bunga acuan (BI-7 Days Reserve Repo Rate) menjadi 5,25%.

Masih terkait impor, Sri Mulyani bilang, untuk bahan baku kemungkinan bakal diperlonggar untuk menunjang produksi.

Akan tetapi, ia mengaku akan meninjau kembali impor barang modal terutama yang berhubungan dengan proyek-proyek pemerintah. "Kita akan lihat isinya apa dan apakah proyek ini urgent diselesaikan dan harus mengimpor barang modal," kata Sri Mulyani.

Pemerintah berencana untuk lebih selektif dalam melakukan impor. Hal itu guna memperbaiki neraca transaksi berjalan yang masih mengalami defisit. Untuk diketahui, neraca transaksi berjalan defisit sebesar 2,1 persen terhadap PDB pada kuartal pertama 2018.

Komentar

x