Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 15 November 2018 | 05:53 WIB

Ribuan Ton Sawit Busuk, Petani Bengkulu Rugi Besar

Kamis, 5 Juli 2018 | 15:55 WIB

Berita Terkait

Ribuan Ton Sawit Busuk, Petani Bengkulu Rugi Besar
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Bengkulu - Ribuan ton tandan buah segar (TBS) sawit milik petani di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, membusuk karena antrean panjang kendaraan pengangkut di pabrik pengolah minyak sawit mentah. Petani rugi besar.

"Ribuan ton sawit petani Seluma dalam seminggu ini membusuk karena tidak terjual," kata Herwan Saleh, petani sawit Desa Talang Saling, Kecamatan Seluma, Kabupaten Seluma, Bengkulu, Kamis (5/7/2018).

Ia mengatakan, sawit petani yang membusuk tersebut, karena menunggu antrean menuju pabrik yang memakan waktu hingga lima hari. Saat ini, ada tiga pabrik yang membeli sawit petani yakni PTPN VII dan PT Agri Andalas yang juga memiliki kebun sawit dan PT Agro Indah Persada yang seluruh pasokan sawitnya dari petani.

Sawit yang sudah dibeli pengepul atau toke juga membusuk di gudang, karena pemilik pabrik pengolah buah sawit membatasi jumlah pembelian sawit. "Termasuk sawit yang membusuk tidak dipanen dan membusuk di lahan usai dipanen karena tidak ada lagi pengepul yang membeli buah sawit," ucapnya.

Persoalan ini sudah disampaikan ke Pemda Seluma yang memanggil sejumlah direksi perusahaan pabrik pengolah minyak mentah. Menurut pihak perusahaan, buah sawit kini membludak volumenya, karena para petani serentak panen setelah libur panjang Hari Raya Idul Fitri.

Selain itu, produksi buah juga tinggi karena musim hujan tahun lalu lebih lama serta kebun-kebun baru dalam jumlah besar juga sudah mulai panen. Akibatnya, para petani dan toke mengalami kerugian yang sangat besar karena buah sawit tidak bisa dijual.

Harga buah segar di tingkat petani saat ini hanya Rp450 per kilogram namun tidak terjual karena tidak ada toke atau pengepul yang membeli.

Kondisi ini dibenarkan toke sawit Indra Jaya yang sudah menghentikan pembelian sawit dalam sepekan terakhir karena tidak bisa dijual ke pabrik.

Alasannya, antrean truk berhari-hari membuat buah membusuk di dalam mobil sehingga tak diterima pabrik. "Kami menghentikan sementara membeli sawit petani karena pabrik sudah kewalahan menampung buah," katanya.

Berdasarkan data Dinas Perkebunan Kabupaten Seluma, luas areal kebun sawit di wilayah ini mencapai 31.423 hektare dengan jumlah petani sebanyak 13.773 Kepala Keluarga (KK). [tar]

Komentar

x