Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 25 September 2018 | 05:22 WIB

Jangan Hanya Penikmat tapi Pemain Utama Syariah

Jumat, 6 Juli 2018 | 02:19 WIB

Berita Terkait

Jangan Hanya Penikmat tapi Pemain Utama Syariah
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Makassar - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro meyakini bahwa Indonesia harus menjadi "pemain utama" di industri keuangan syariah. Jangan hanya jadi penikmat saja.

"Kita harus memanfaatkan apa yang masih kurang, jangan hanya menjadi pasar," kata Bambang saat ditemui di sela-sela Konferensi Keuangan Syariah ke-3 di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (5/7/2018).

Bambang mengatakan, salah satu upaya untuk meningkatkan potensi tersebut adalah dengan mempermudah akses pembiayaan nasabah dari perbankan syariah, atau lembaga keuangan syariah. Hal itu bisa dicapai dengan sinergi antar institusi teknologi finansial (fintech).

"Kehadiran perbankan syariah ini sudah mengurangi risiko, karena setiap transaksi membutuhkan underlying assets. Saat ini ada pangsa pasar yang menginginkan keuangan syariah berkembang, jangan sampai tidak menggunakan potensi itu," ujar Bambang.

Dengan kehadiran perbankan syariah yang kuat, Bambang memastikan, bakal mulcul wirausaha baru atau pelaku usaha kecil yang terlibat di industri halal. Dalam jangka panjang, bisa membantu peningkatan pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia.

"Kita ciptakan ekosistem keuangan syariah, dengan mendorong keberadaan UMKM dan mempermudah pembiayaan dari bank syariah. Dengan demikian ini bisa menambah jumlah UMKM yang masih kurang untuk mengembangkan industri halal," ujar Bambang.

Saat ini, industri keuangan syariah di Indonesia masih tertinggal dari Malaysia dan Inggris. Porsi terhadap perekonomian nasional secara keseluruhan hanya 5%. Tidak hanya itu, produk halal Indonesia juga masih jauh tertinggal ketimbang negara lain.

Dalam kesempatan terpisah, Head Islamic Finance World Bank, Abayomi Alawode, mengingatkan pentingnya peningkatan peran keuangan syariah karena dapat berkontribusi kepada secara langsung terhadap pertumbuhan, mengurangi kesenjangan dan meningkatkan kesinambungan pertumbuhan.

Untuk meningkatkan peran tersebut, salah satu caranya dengan memanfaatkan teknologi finansial yang saat ini berkembang pesat, guna memberikan akses pembiayaan kepada UMKM maupun pelaku usaha kecil, pendanaan infrastuktur, akses kepada jasa keuangan serta investasi kepada dunia pendidikan.

"Pemanfaatan fintech ini bisa mendorong akses dan inklusi keuangan, menurunkan biaya transaksi keuangan dan meningkatkan kualitas manajemen risiko," ujarnya.

Namun, tambah Alawode, beberapa risiko perlu dimitigasi dari perkembangan inovasi teknologi antara lain ketidakpastian regulasi, risiko keamanan siber dan eksploitasi konsumen yang sangat dimungkinkan akibat pencurian data.


Komentar

x