Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 20 Juli 2018 | 05:37 WIB
 

Dolar AS Mahal, Pengrajin Perkecil Ukuran Tahu

Oleh : - | Jumat, 6 Juli 2018 | 06:06 WIB
Dolar AS Mahal, Pengrajin Perkecil Ukuran Tahu
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Banyumas - Pengrajin tahu di sejumlah wilayah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, terpaksa mengubah ukuran produknya sebagai upaya mengantisipasi kenaikan harga kedelai impor mencapai Rp7.900 per kilogram.

"Dua hari lalu, harga kedelai impor masih sebesar Rp7.700 per kilogam, sekarang sudah mencapai Rp7.900 per kilogram. Padahal dalam membuat tahu, saya membutuhkan kedelai impor sebanyak 50 kilogram per hari," kata salah seorang pengrajin tahu, Sumirah di Desa Cikembulan, Kecamatan Pekuncen, Banyumas, Kamis (5/7/2018).

Terkait dengan kenaikan harga kedelai impor tersebut, ia mengaku terpaksa mengubah ukuran tahu menjadi lebih kecil dari sebelumnya meskipun harga jualnya tetap sebesar Rp500 per biji.

Menurut dia, hal itu terpaksa dilakukan agar kerugian yang disebabkan oleh kenaikan harga kedelai impor tidak terlalu besar. "Saya tidak mungkin menaikan harga jual tahu sehingga terpaksa mengubah ukuran dengan harga jual tetap sebesar Rp500 per biji," jelasnya.

Pengrajin tahu di Desa Kalisari, Kecamatan Cilongok, Banyumas, Aziz Masruri mengakui kenaikan harga kedelai impor berdampak terhadap industri tahu khususnya di Desa Kalisari yang merupakan sentra penghasil tahu. "Kami tidak mungkin menaikkan harga jual tahu. Salah satu cara yang mungkin dilakukan adalah mengubah ukuran tahu," kata dia yang juga Kepala Desa Kalisari.

Dalam hal ini, kata dia, ukuran tahu diperkecil namun harga jualnya tetap atau ukurannya diperbesar dan harga jualnya dinaikkan.

Menurut dia, harga jual tahu saat ini berkisar Rp200-Rp300 per biji untuk ukuran kecil dan Rp500-Rp600 per biji untuk ukuran besar.

Ia mengharapkan harga kedelai impor tidak terus melonjak sehingga 270 pengrajin tahu di Desa Kalisari tetap bisa menjalankan usahanya dengan normal. [tar]


Komentar

x