Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 Juli 2018 | 00:30 WIB

Eropa Tolak CPO RI, Enggar Siap Boikot Produknya

Oleh : - | Jumat, 6 Juli 2018 | 09:09 WIB
Eropa Tolak CPO RI, Enggar Siap Boikot Produknya
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Medan - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita bertekad untuk melawan segala bentuk kampanye negatif dari Uni Eropa terhadap minyak mentah sawit (Crude Palm Oil/CPO) dari Indonesia.

Usai Dialog Nasional ke-14 dengan tema "Indonesia Maju" di Medan Internasional Convention Centre di Medan, Sumatera Utara, Kamis (5/7/2018), Enggartiasto mengatakan, perlawanan terhadap kampenye negatif atas crude palm oil (CPO) nasional itu dilakukan dengan bentuk pendekatan.

Melalui pendekatan dan komunikasi yang dilakukan, Uni Eropa sudah mengundurkan larangan masuk CPO dari Indonesia hingga 2030. Di mana, Indonesia tidak mau menerima begitu saja kampanye negatif terhadap produksi nasional.

Sebagai negara berdaulat dan selalu menghormati aturan yang berlaku, Indonesia menginginkan adanya perlakuan yang sama dari dunia internasional.

Kalau disebutkan melakukan deforestasi, Indonesia ingin adanya kesepakatan bersama mengenai istilah tersebut, serta hubungan dan konsekuensinya dengan vegetable oil yang lain.

Namun jika sampai Uni Eropa menunjukkan ketidakadilan, politisi Partai Nasdem itu menyatakan siap menunjukkan hal yang serupa sebagai menteri.

Ia mencontohkan, ketika berdialog dengan pejabat Kedubes Norwegia yang mengaku akan menolak CPO Indonesia berdasarkan permintaan parlemen negara itu.

"Saya langsung bicara, saya undang dubesnya. Saya bilang, saya hentikan (membeli produk) anda. Mereka berdalih karena parlemennya, saya pun bisa bilang bahwa saya juga dituntut parlemen saya," kata Enggar, sapaan akrab mendag ini.

Demikian juga ketika Indonesia mengalami kesulitan untuk memasukkan manggis, pisang, nenas, dan sarang burung walet yang diekspor ke China. Kementerian Perdagangan juga menutup keran impor jeruk mandarin, serta melaporkannya kepada Presiden Joko widodo sambil menjelaskan pertimbangannya. [tar]

Komentar

x