Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 Juli 2018 | 15:57 WIB
 

Kunjungi Danau Toba, Menhub Budi Gelar Tabur Bunga

Oleh : - | Jumat, 6 Juli 2018 | 05:30 WIB
Kunjungi Danau Toba, Menhub Budi Gelar Tabur Bunga
(Foto: istimewa)

INILAhCOM, Medan - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengajak keluarga korban kapal KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba, Sumatara Utara untuk melakukan tabur bunga. Pemerintah hadir memberikan perhatian kepada korban yang belum ditemukan.

"Kita doakan agar saudara kita yang menjadi korban kapal tenggelam di Danau Toba mendapat tempat di sisi tuhan yang maha esa dan khusnus khotimah dan keluarga korban diberikan kesabaran dan tabah menghadapi musibah ini," kata Menhub di Danau Toba, Sumatera Utara, Kamis (5/7/2018).

Budi mengajak seluruh pihak yang hadir untuk berdoa bersama, sebelum melakukan tubur bunga tepat di posisi kapal tenggelam. Di mana, sebanyak 132 penumpang kapal yang tenggelam, tidak ditemukan lagi. "Mari kita membaca doa sesuai keyakinan kita masing-masing sebelum melakukan tabur bunga semoga almarhum mendapat tempat yang layak di sisi NYA," ujar Budi.

Didampingi Kapolda Sumatera Utara, Bupati Simalungun, Bupati Samosir serta Dirjen Hubungan Darat, Budi Setiyadi. Menhub Budi mengatakan, akan melakukan evaluasi terkait dengan pengawasan perjalanan kapal di Danau Toba. "Saya meminta kejadian ini tidak terulang kembali, sesuai dengan amanat presiden ini harus jadi pelajaran yang mahal," kata Budi.

Terkait pengawasan, dia mengatakan, sesuai amanat Otonomi Daerah, pengawasan menjadi tanggung jawab pemda setempat. Kalau pun ada pengawas dari pusat yang lalai, kemenhub segera menindaknya. "Sesuai UU, pengawasan ini menjadi tanggungjawab pemda, pemprov dan dinas di daerah tersebut. Kita akan usulkan juga ke Kemendagri dan Kemenpan RB untuk dibentuk satu badan pengawas bersama yang akan ditempatkan di setiap daerah," tegas mantan Dirut PT Angkasa Pura II (Persero) itu.

Untuk menjaga tidak terjadi kembali kapal tenggelam, kata dia, Kemenhub melakukan pelatihan kepada 100 orang untuk dijadikan syahbandar yang nantinya akan ditempatkan di pelabuhan-pelabuhan di wilayah Danau Toba.

Memakai seragam orange, calon syahbandar ini akan mengikuti pelatihan selama dua minggu. Mereka dilatih bagaimana menjadi pengawas pelabuhan. Menhub dalam sambutannya mengatakan bangga melihat 100 warga yang akan mengikuti pelatihan syahbandar. "Semua harus keren, bukan hanya pakiannya tapi pengetahuannya, komitmennya juga harus keren sehingga tidak terjadi lagi kecelakaan kapal tenggelam nantinya," ujar Budi.

Agar tidak terjadi kecelakaan kapal di Danau Toba, dirinya melakukan rampchek kepada salah satu kapal penyeberangan di Pelabuhan Simalungun, Danau Toba. Pertama dilakukan pengecekan terhadap mesin. Penting, jangan sampai mati di tengah perjalanan. Kemudian ke lantai atas dimana tempat kursi penumpang.

Di sinilah, Budi minta lantai tiga untuk dihilangkan. "Saya minta ini dibuang, ini tidak boleh ada lagi karena sangat berbahaya. Jika banyak orang diatas kapal jadi tidak stabil," ujar Budi. [tar]

Komentar

Embed Widget

x