Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 15 November 2018 | 01:41 WIB

Hadapi Trade War AS, Mendag Enggar Lakukan Apa?

Oleh : M Fadil Djailani | Sabtu, 7 Juli 2018 | 18:19 WIB

Berita Terkait

Hadapi Trade War AS, Mendag Enggar Lakukan Apa?
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Setelah membatasi impor dari China dan Eropa, pemerintahan Donald Trump ancang-ancang membidik Indonesia. Kalau terjadi, ekonomi RI dalam bahaya.

kekhawatiran itu tidaklah berlebihan lantaran Pemerintah AS, kini tengah mengkaji 3.500 produk yang masuk Generalized System of Preference (GSP), atau produk bebas bea masuk yang dihasilkan negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Lalu apa langkah Kementerian Perdagangan mengantisdipasi kemungkinan tersebut? "Kita kirim surat kepada pemerintah AS, sudah lama. Kita sudah bicara dengan Dubes RI untuk Amerika, sudah bicara melalui surat dengan United State Trade Representative (USTR), serta Dubes AS untuk Indonesia di sini," kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di Jakarta, Jumat (6/7/2018).

Kata politisi Nasdem ini, upaya lobi dilakukan untuk meredam niat pemerintah AS menetapkan biaya masuk yang tinggi terhadap produk asal Indonesia. Dalam hal ini, pemerintah Indonesia belum meresponsnya bukan sebagai perang dagang.

"Trade war antara AS dengan China, Kanada, memberikan dampak tidak baik bagi perdagangan. Kalau kita bisa lakukan lobi, kenapa tidak. Masih ada jalan," kata Enggar.

Hingga saat ini, kata Enggar, kemendag belum mengetahui produk-produk apa yang dievaluasi oleh pemerintah AS. "Produknya belum tahu mana yang akan akan di evaluasi," kata Enggar.

Mengingatkan saja, pemerintah AS tengah mengkaji 124 produk yang akan dikenakan bea masuk. Dengan alasan AS ingin menggerus defisit perdagangan dengan Indonesia. Produk Indonesia yang paling banyak diimpor AS, selama ini adalah frozen food (makanan beku) dan kertas.[ipe]

Komentar

x