Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 18 Juli 2018 | 02:30 WIB
 

Redam Potensi Karhutla, Patroli Terpadu Digiatkan

Oleh : - | Sabtu, 7 Juli 2018 | 23:04 WIB
Redam Potensi Karhutla, Patroli Terpadu Digiatkan
(Foto: KLHK)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus menggandeng TNI dan Polri dalam patroli terpadu pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Patroli terpadu menjadi bagian penting upaya penanggulangan Karhutla karena peran strategisnya dalam pelaporan lapangan dari tingkat tapak yang mendekati real time yang sangat diperlukan dalam operasi Satgas.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Raffles B. Panjaitan menyampaikan bahwa kegiatan patroli terpadu menjadi terobosan penting untuk menggalang sinergitas para pihak di tingkat tapak mengingat pelaksana kegiatan adalah tim yang terdiri dari unsur KLHK (Manggala Agni), TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat desa.

Bulan Juli ini, KLHK kembali melaksanakan patroli terpadu di beberapa provinsi rawan karhutla, antara lain di Provinsi Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur selama satu bulan ke depan. Lokasi patroli tetap fokus pada desa-desa rawan pada wilayah provinsi tersebut.

Kegiatan patroli terpadu sudah dilaksanakan mulai 2016 dengan lokus kerja desa rawan Karhutla yang telah dipetakan KLHK. Pada 2016, kegiatan dilaksanakan di 200 posko desa dengan jangkauan 450 desa rawan kebakaran hutan dan lahan di 7 provinsi, sedangkan untuk tahun 2017 dilaksanakan di 300 posko desa dengan jangkauan kerja 1.203 desa rawan kebakaran hutan dan lahan di 8 provinsi.

"Untuk 2018, kegiatan dilaksanakan di 300 posko desa dengan target yang sama dengan 2017. Patroli terpadu ini sudah dilakukan sejak bulan Maret lalu dan direncanakan akan terus berlanjut hingga bulan Oktober nanti", tambah Raffles.

Patroli terpadu pencegahan Karhutla sendiri merupakan bagian dari Satuan Tugas (satgas) darat yang bekerja dalam Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Akibat Asap Kebakaran Hutan dan Lahan di tingkat provinsi.

Sementara pantauan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Hari Jumat, pukul 20.00 WIB (06/07/2018), berdasarkan satelit NOAA terpantau satu hotspot di Provinsi Bali, sedangkan berdasarkan satelit TERRA AQUA terpantau enam hotspot, dua titik di Sumatera Selatan, tiga titik di Nusa Tenggara Timur, dan satu titik di Nusa Tenggara Barat. [*]

Komentar

x