Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 September 2018 | 11:12 WIB

NTB Dalam Incaran Pengusaha ASEAN, Aussie & Jerman

Senin, 9 Juli 2018 | 05:09 WIB

Berita Terkait

NTB Dalam Incaran Pengusaha ASEAN, Aussie & Jerman
Kota Mataram - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Mataram - Sebanyak 30 pengusaha dari sejumlah negara di ASEAN, Australia dan Jerman, mengadakan pertemuan yang membahas peluang bisnis di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (8/7/2018).

Pertemuan bertajuk Bussines mission dinner ini diinisiasi Pengurus Besar (PB) Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Pusat, dan Pengurus Wilayah (PW) Japnas NTB, bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTB.

Ketua Harian PB Japnas, Widiyanto Saputra mengatakan, pihaknya sengaja memilih NTB sebagai lokasi pertemuan, karena perekonomian provinsi ini berkembang pesat, serta memiliki potensi bisnis yang luar biasa.

Para pengusaha dari Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Australia, dan Jerman yang hadir dalam forum tersebut ingin menjajaki potensi investasi di beberapa wilayah NTB, seperti Teluk Saleh, Moyo dan Tambora di Pulau Sumbawa.

"Kami juga sangat tertarik dan kami minta pengurus wilayah dan pusat bergabung dalam forum bisnis skala internasional yang pertama kali digelar Japnas di NTB," katanya.

Ketua PW Japnas NTB I Made Agus Ariana menambahkan forum bisnis skala internasional tersebut dimanfaatkan oleh anggotanya untuk membangun sinergitas dengan semua pihak untuk mengembangkan potensi investasi di NTB.

"Kami tidak mungkin bisa besar sendiri tanpa bergandengan dengan semua pihak, termasuk dari kalangan pengusaha luar negeri," ujar pria yang juga menjadi General Manager Hotel Arianz Mataram ini.

Sementara itu, Asisten II Sekretariat Daerah NTB Chairul Machsul, mengapresiasi upaya Japnas menggelar forum bisnis berskala internasional. Sebab, pertemuan tersebut juga dilakukan oleh Pemprov NTB dalam bentuk forum investasi yang digelar setiap tahun.

Di mana, NTB menggelar forum investasi sejak 2016 dengan memfokuskan pada investor dari Jerman. Kemudian pada 2017 fokus pada investor Korea. [tar]

Komentar

x