Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 25 September 2018 | 05:17 WIB

Kemendag: Tim Nego GSP Bakal Meluncur ke AS

Selasa, 10 Juli 2018 | 01:09 WIB

Berita Terkait

Kemendag: Tim Nego GSP Bakal Meluncur ke AS
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Bakal ada tim negosiasi ke AS, terkait evaluasi 124 produk Indonesia yang menerima potongan bea masuk (Generalized System of Preferences/GSP).

Produk-produk asal tanah air yang terancam dicoret dari GSP alias tak mendapat potongan bea masuk itu, terdiri dari tekstil, kapas, dan beberapa hasil perikanan seperti udang dan kepiting.

"Kita akan kirim tim ke AS untuk negosiasi supaya fasilitas GSP kita tetap dipertahankan," kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (9/7/2018).

GSP merupakan kebijakan perdagangan AS yang memberi pemotongan bea masuk terhadap produk ekspor negara tertentu. Jika GSP dicabut, maka bea masuk produk Indonesia akan menjadi lebih mahal.

Oke mengatakan, tim negosiasi akan berangkat pada akhir Juli 2018. Tim tersebut akan terdiri atas sejumlah kementerian terkait seperti Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Luar Negeri.

Ketua Tim Ahli Wakil Presiden, Sofjan Wanandi mengatakan, dampak dari pencabutan GSP ke Indonesia setara dengan US$1,8 miliar, atau hampir 10% dari total perdagangan Indonesia-AS yang mencapai US$20 miliar per tahun.

Sofjan menyampaikan, negosiasi ke AS akan menyampaikan hubungan ekonomi dua negara tersebut secara lebih menyeluruh. Meski Indonesia mencatat surplus perdagangan US$9 miliar hingga US$10 miliar per tahun. Di mana, AS mengambil untung karena memiliki investasi di berbagai bidang di tanah air.

"Termasuk investasi itu keuntungan dia (AS) dari sini dia bawa kembali. Kalau dibandingkan itu kita sebetulnya tidak terlalu banyak surplus perdagangan. Ini harus kita beri tahu," kata Sofjan. [tar]

Komentar

x