Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 September 2018 | 13:12 WIB

Cetak Wirausaha Desa, Fisipol UGM Libatkan Sarjana

Selasa, 10 Juli 2018 | 13:09 WIB

Berita Terkait

Cetak Wirausaha Desa, Fisipol UGM Libatkan Sarjana
(Foto: inilahcom/Dok)

INILAHCOM, Yogyakarta - Sebanyak 1.262 sarjana menyatakan minat untuk berpartisipasi dalam pengembangan wirausaha pedesaan yang diinisiasi Fisipol UGM.

Melalui program Akademi Kewirausahaan Masyarakat (AKM), para sarjana itu, disiapkan menjadi tenaga pendamping pengembangan wirausaha di pedesaaan berbasis potensi masing-masing desa.

"Gagasan program AKM berangkat dari sejumlah pertimbangan. Pertama, besarnya angka pengangguran terdidik. Data terbaru menunjukkan, dalam setahun terdapat sekitar 800 ribu lulusan sarjana, namun tidak semuanya terserap dunia kerja atau memiliki usaha sendiri," kata Dekan Fisipol UGM, Erwan Agus Purwanto saat soft launching program AKM di Digilib Caf, Fisipol UGM, Yogyakarta, Senin (9/7/2018).

Menurut Erwan, setiap tahun ada tambahan pengangguran terdidik sekitar 60 ribu. "Untuk itu diperlukan langkah terobosan untuk mendidik para sarjana untuk menjadi pendamping atau menjadi calon wirausaha-wirausaha baru," kata Erwan.

Peminat program AKM di gelombang pertama, ternyata di luar perkiraan. Sebanyak 1.262 sarjana menyampaikan minat untuk gabung dalam pengembangan wirausaha pedesaan melalui AKM. "Peminat program AKM tersebar dari hampir seluruh wilayah di Indonesia. Provinsi Jateng, Jatim, DIY dan NTT merupakan provinsi-provinsi dengan jumlah peminat terbanyak," kata Erwan.

Rektor UGM Panut Mulyono mengapresiasi program AKM. Di mana, program mulia ini tidak hanya ditujukan bagi alumni UGM, namun juga terbuka bagi seluruh sarjana di tanah air.

"Kami memberikesempatan dan mengundang para sarjana untuk menjadi bagian dari gerakan wirausaha nasional berbasis pedesaan. Diharapkan, para sarjana memotori terbentuknya kelompok sociopreneurs baru di Indonesia," kata Panut.

Para sarjana yang telah melamar menjadi tenaga pendamping wirausaha desa, bakal diseleksi menjadi 100 orang dari 30 provinsi. Selanjutnya, mereka menjadi peserta AKM Batch-1 di Yogyakarta.

Para sarjana yang terpilih itu harus menjalani proses cloning selama 10 hari (19-28 Juli 2018) untuk membangun mental, karakter, serta kompetensi dasar kewirausahaan yang dibimbing langsung para mentor yang merupakan para praktisi wirausaha yang telah berhasil.

Proses cloning berupa inkubasi, pembangunan karakter, dan dialog kebangsaan dengan melibatkan sejumlah kelompok bisnis, filantropi, sociopreneur dan entrepreneur yang telah berpengalaman, pemerintah pusat, pemerintah daerah, AAU Yogyakarta, serta para pelaku sociopreneur internasional.

Selama proses cloning, AKM menyediakan berbagai fasilitas. Mulaidaribiaya transportasi dari daerah asal ke Yogyakarta (PP), akomodasi dan konsumsi. "Tidak ada pungutan biaya apapun bagi peserta program ini," kata Erwan.

Pasca proses cloning, peserta mengikuti tahap deployment atau terjun langsung ke desa-desa yang menjadi target binaan para mitra AKM. Di sana, peserta akan menjalankan peran sebagai pendamping pengembangan wirausaha berbasis potensi masing-masingdesa.

"Berbekal ilmu yang diperoleh selama proses cloning, mereka diharapkan mampu melakukan pemetaan masalah dan potensi desa serta mengaktivasi masyarakat lokal untuk merintis wirausaha bersama-sama," papar Erwan. [tar]

Komentar

x