Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 13 November 2018 | 12:58 WIB

PLN Jamin Anggaran Subsidi Listrik Aman

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 11 Juli 2018 | 00:39 WIB

Berita Terkait

PLN Jamin Anggaran Subsidi Listrik Aman
(Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)

INILAHCOM, Jakarta - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero/PLN) menegaskan, subsidi listrik tak terganggu kenaikan harga mentah dunia dan batubara.

Demikian juga dengan keputusan pemerintah tidak ada perubahan dalam anggaran pendapatan belanja negara (APBN) 2018.

Menurut Direktur Keuangan PLN, Sarwono Sudarto, PLN tetap memberikan subsidi listrik kepada masyarakat miskin. Namun, terkait besaran anggaran subsidi listrik yang diprediksi bakal melebihi yang sudah ditetapkan APBN, pihaknya menunggu audit final dari BPK.

"Pokoknya gini, subsidi listrik itu finalnya setelah udit BPK, kami engga bisa mutusin sekarang. Kalau tahun lalu sudah selesai, 2017. Kalau 2018 akan tahu setelah audit BPK. Misalnya (subsidi pada APBN) Rp 50 (triliun), ternyata nanti Ro 52 (triliun), ya tambah dua," kata Sarwono di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (10/7/2018).

Menurut dia, pihaknya tidak terlalu memusingkan hal tersebut. Sebab sampai saat ini anggatan subsidi liatrik sesuai APBN 2018 Rp52,66 triliun, belum terpakai semuanya.

"(Kuota subsidi) Masih, tapi kan kami tunggu sampai akhir tahun. Kami tunggu sampai diaudit BPK. Tahun lalu misalnya, kan Rp 52 triliun, ternyata Rp 51 triliun kan cukup. Tapi kita ga tau berapa (sampai akhir tahun)," kata dia.

Kemudian, kata dia, kenaikan bahan baku tak mempengaruhi keuangan PLN. Sebab, kata dia, perusahaan pelat merah itu melakukan efisiensi di berbagai sektor untuk menekan pengeluaran.

"Misalkan contoh batu bara zona transportasinya kami buat paling efisien, kan menghemat juga. Misal pembangkit di Sumatera dan Jawa, ngambilnya dimana," kata dia.

Bahkan, lanjut dia, meski bahan baku naik pihaknya masih untung. Hal itu juga karena efisisensi yang dilakukan pihaknya. "Tapi semangatnya kan untuk kepentingan masyarakat. Kita ga semata-mata cari untung, tapi sebagai perusahaan public service obligation, bagaimana melistriki ini. Makanya kita getol sampai daerah," kata dia. [ipe]

Komentar

x