Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 19 Juli 2018 | 16:49 WIB
 

ESDM Tandatangani Empat Kontrak Gross Split (Lagi)

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 11 Juli 2018 | 12:30 WIB
ESDM Tandatangani Empat Kontrak Gross Split (Lagi)
Direktur Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Djoko Siswanto

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian ESDM tandatangani 4 (empat) kontrak bagi hasil atau Gross Split yang berakhir 2019 dan 2020.

Direktur Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Djoko Siswanto mengatakan, empat kontrak bagi hasil ini, adalah kontrak perpanjangan dan pengelolaan antara kontraktor eksisting bersama Pertamina dengan jangka waktu selama 20 tahun.

Adapun kontrak bagi hasil tersebut adalah, Kontrak Bagi Hasil Wilayah Kerja Bula dengan Kontraktor adalah Kalrez Petroleum (Seram) Ltd. yang sekaligus juga sebagai operator. "Kontrak Bagi Hasil Wilayah Kerja Bula saat ini (existing) akan berakhir pada tanggal 31 Oktober 2019," kata Djoko pada saat jumpa pers di kantornya, Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Kedua Kontrak Bagi Hasil Wilayah Kerja Salawati dengan Kontraktor Petrogas (Island) Ltd. (sekaligus sebagai Operator) dan PT Pertamina Hulu Energi Salawati. "Kontrak Bagi Hasil Wilayah Salawati saat ini (existing) akan berakhir pada tanggal 22 April 2020," ujar Djoko.

Ketiga, Kontrak Bagi Hasil Wilayah Kerja Kepala Burung dengan Kontraktor Petrogas (Basin) Ltd. (sekaligus sebagai Operator) dan PT Pertamina Hulu Energi Salawati Basin. Menurut dia, kontrak bagi hasil wilayah kerja kepala burung saat ini (existing) akan berakhir pada tanggal 14 Oktober 2020.

Dan keempat Kontrak Bagi Hasil Wilayah Kerja Malacca Strait dengan Kontraktor EMP Malacca Strait S.A (sekaligus sebagai Operator) dan PT Imbang Tata Alam. Kontrak Bagi Hasil Wilayah Kerja Malacca Strait saat ini (existing) akan berakhir pada tanggal 4 Agustus 2020.

"Partisipasi Interes yang dimiliki oleh para Kontraktor tersebut termasuk Partisipasi Interes 10% yang akan ditawarkan kepada BUMD," ujar dia.

Dia mengatakan, total bonus tanda tangan atau signature bonus dari empat Kontrak Bagi Hasil tersebut adalah sebesar USD 5,5 juta atau setara Rp 73,7 miliar.

Sedangkan perkiraan total nilai Investasi dari pelaksanaan komitmen kerja pasti lima tahun pertama adalah sebesar USD 148,4 juta atau setara Rp 1,9 triliun (asumsi nilai tukar Rupiah sesuai APBN 2018 adalah sebesar Rp13.400 per dolar Amerika Serikat).

"Pemerintah berpesan kepada Kontraktor, agar terus meningkatkan produksi minyak dan gas bumi dari Wilayah Kerjanya. Kepala Biro Komunikasi, Layanan," ujar dia. [ipe]


Komentar

x