Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 19 Juli 2018 | 16:33 WIB
 

Subsidi Solar Naik tak Perlu Rubah APBN 2018

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 11 Juli 2018 | 17:40 WIB
Subsidi Solar Naik tak Perlu Rubah APBN 2018
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah memutuskan tidak merubah postur APBN 2018. Padahal harga minyak dunia mengalami kenaikan.

Dengan begitu, bagaimana nasib subsidi dan rencana penambahan subsidi solar hingga menjadi Rp1.500 per liter. Bisakah teralisasi?

Dijawab Dirjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Djoko Siswato, tidak ada masalah.

Kata dia, berdasarkan APBN 2018, penambahan subsidi solar tidak harus melalui APBN-P. "Tapi mesti di cek ya, UU APBN sekarang itu menyatakan boleh tidak melalui APBNP, tidak tertulis dan tidak ada kata-kata melalui APBNP. Jadi bisa melalui laporan semesteran," kata Djoko di kantornya, Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Dengan demikian, pemerintah, kata Djoko, akan mengajukan penambahan untuk subsidi solar.

Namun, Djoko belum bisa memastikan waktunya. Sebab, hal ini masih dalam proses pembahasan dengan DPR. "Iya (penambahan subsidi solar akan diajukan). Ngomongnnya nanti ajalah, saya rapat dulu sama DPR di Fairmont," kata dia.

Pemerintah, melalui Kementerian ESDM berencana mengajukan tambahan subsidi solar. Rencananya akan ditambah Rp1.000 per liter, sehingga subsidinya menjadi Rp1.500 per liter.

Dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2018, nilai subsidi Solar sebesar Rp 500 per liter.

Sebelumnya, Djoko mengatakan, dengan subsidi Rp 500 per liter dan kuota solar subsidi 7,5 juta kilo liter (kl) maka anggaran subsidi mencapai Rp 3,5 triliun. Jika subsidi ditambah Rp 500 per liter makan anggaran yang dibutuhkan Rp 3,5 triliun, sedangkan jika subsidi ditambah Rp 1.000 per liter maka anggaran yang dibutuhkan Rp 7 triliun.

Saat ini besaran tambahan subsidi solar belum ditetapkan, Djoko bersama timnya masih melakukan perhitungan untuk menentukan angka yang tepat. [ipe]

Komentar

x