Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 20 Juli 2018 | 05:56 WIB
 

Divestasi Freeport, Inalum Rogoh US$3,85 Miliar

Oleh : Indra Hendriana | Jumat, 13 Juli 2018 | 10:39 WIB
Divestasi Freeport, Inalum Rogoh US$3,85 Miliar
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, valuasi divestasi 51% saham PT Freeport Indonesia (PTFI) sebesar US$3,85 miliar. Nilai itu akan dibayarkan oleh PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum).

Sri mengatakan uang sebesar itu akan dipakai untuk membeli hak partisipasi Rio Tinto di PT Freeport Indonesia (PTFI) dan 100% saham Freeport McMoRan Inc. (FCX) di PT Indocopper llnvestama, yang memiliki 9,36% saham di PTFI.

"Para pihak akan menyelesaikan perjanjian jual beli ini sebelum akhir tahun 2018," kata Sri saat jumpa pers di kantornya, Jakarta, Kamis (12/7/2018).

Sri mengatakan, pemerintah akan berkomitmen untuk menjaga iklim investasi yang kondusif untuk memberikan kepastian kepada investor yang berinvestasi di llndonesia.

"Dengan ditandatanganinya Pokok-Pokok Perjanjian ini, kerjasama FCX dan lNALUM diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan nilai tambah industri ekstraktif ke depan serta memberi nilai kemakmuran bagi masyarakat Indonesia," kata dia.

Sri mengatakan, kesepakatan melalui penandatanganan Head of Agreement (HoA) ini merupakan langkah maju untuk mewujudkan kesepakatan Pemerintah Indonesia dan Freeport yang dibuat pada 27 Agustus 2017.

Adapun kesepakatan tersebut adalah, merubah status dari Kontrak Karya (KK) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus Operasi Produksi (IUPKOP).

Kemudian, divestasi saham 51 persen untuk kepemilikan nasional. Freeport Indonesai membangun smeleter di dalam negeri, penerimaan negara secara agregat lebih besar dibanding KK selama ini.

Kemduian? Perpanjangan operasi 2x 10 tahun hingga 2041, diberikan setelah memenuhi kewajiban IUPK Op.

Selain iu, HoA akan memuluskan proses divestasi saham Freeport Indonesia sebesar 41,64 persen. Sehingga akan meningkatkan kepastian dalam hal operasi, kualitas dan nilai tambah industrik ekstaktif.

"Sehingga, itu dapat meningkatkan kemakmuran bagi masyarakat Indonesia khususnya Papua," kata dia. [jin]

Komentar

x