Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 20 Oktober 2018 | 14:39 WIB

Paruh Pertama, SMF Guyur KPR Rp4,3 Triliun

Minggu, 15 Juli 2018 | 16:38 WIB

Berita Terkait

Paruh Pertama, SMF Guyur KPR Rp4,3 Triliun
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero/SMF) mengguyur penyalur kredit pemilikan rumah (KPR) Rp4,3 triliun di semester I-2018. Atau 45,22% dari target 2018.

Melalui siaran pers di Jakarta, Sabtu (14/7/2018), SMF juga mencatatkan pendapatan Rp621 miliar. Atau naik 8,00% dibanding periode sama di 2017 sebesar Rp575 miliar.

Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo mengatakan, SMF gencar melakukan penetrasi ke berbagai institusi penyalur KPR khususnya bank pembangunan daerah (BPD) seluruh Indonesia sepanjang semester I-2018.

Hal tersebut bertujuan meningkatkan akses kepemilikan rumah bagi masyarakat di berbagai daerah. Hingga saat ini SMF telah memberikan pinjaman kepada 26 bank, baik bank umum, bank syariah, BPD maupun perusahaan pembiayaan. Pada 6 Juni 2018, SMF telah melanyalurkan dana pembiayaan KPR kepada Bank BJB Rp1,5 triliun.

Ananta berharap, pembiayaan perumahan di daerah dapat lebih terdorong secara optimal sehingga kebutuhan perumahan dapat terpenuhi.

SMF mencatat, secara kumulatif total akumulasi dana yang dialirkan dari pasar modal ke sektor pembiayaan perumahan sejak 2006 hingga 30 Juni 2018, mencapai Rp41,97 triliun. Terbagi atas pembiayaan Rp31,82 triliun, dan sekuritisasi Rp10,15 triliun.

Angka tersebut meningkat 28,58% ketimbang posisi 30 Juni 2017 sebesar Rp32,64 triliun. Dana yang telah dialirkan tersebut telah membiayai 721.736 debitur KPR. Terbagi atas 70% untuk pembiayaan dan 30% sekuritisasi.

SMF merupakan BUMN yang didirikan pada 2005 untuk membangun dan mengembangkan pasar pembiayaan sekunder perumahan. Terkesan kuat bahwa SMF memilki kontribusi menyediakan dana menengah panjang bagi pembiayaan perumahan melalui kegiatan sekuritisasi, dan pembiayaan.

Pada 2018, SMF tengah fokus dalam memperkuat perannya sebagai fiscal tools pemerintah untuk menurunkan beban pelaksanaan program KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). [tar]

Komentar

x