Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 19 November 2018 | 09:08 WIB

Presiden Berharap LRT Tumbuhkan Budaya Antri

Oleh : Wahid Ma'ruf | Minggu, 15 Juli 2018 | 14:16 WIB

Berita Terkait

Presiden Berharap LRT Tumbuhkan Budaya Antri
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Palembang - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengungkapkan dengan adanya LRT Sumsel ini, akan membentuk budaya baru bagi masyarakat Indonesia.

"Ini adalah kereta ringan (LRT) yang pertama di Indonesia yang telah kita mulai jalankan. Memang dalam rangka menyambut Asian Games 2018, tetapi juga dalam jangka panjang kita ingin memberikan pilihan alternatif pada masyarakat dan yang paling penting ini adalah membuat sebuah peradaban baru, budaya baru," ujar Presiden Jokowi saat melakukan uji coba kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) Sumatera Selatan dari Stasiun Bumi Sriwijaya menuju Stasiun Jakabaring, Palembang, Jumat (13/7/2018).

Budaya baru yang diharapkan oleh Presiden RI akan terbentuk dengan adanya LRT diantaranya adalah budaya tepat waktu dan budaya mengantri.

"Baik budaya menggunakan transportasi massal yang aman dan nyaman, budaya tepat waktu, budaya antri yang ini akan terbangun setelah kereta ringan LRT Palembang ini nanti berjalan," jelas Presiden seperti mengutip dari laman resmi Kemenhub.

Presiden Jokowi juga merasa senang dan bangga karena LRT Sumsel ini hampir 95% dikerjakan oleh anak bangsa dengan bahan lokal dari Indonesia. "Saya senang, hampir 95 persen itu dikerjakan dengan bahan-bahan lokal. Keretanya kurang lebih 45 persen juga dikerjakan oleh PT INKA. Gerbongnya 100 persen, hanya mesinnya berasal dari jerman," ungkap Jokowi.

Selain di Palembang Sumatera Selatan, rencananya proyek kereta LRT akan segera dibangun di tiga kota besar lain yaitu Bandung, Surabaya, dan Medan.

"Ini sudah direncanakan lagi akan dibangun LRT di Surabaya, Bandung, Medan. Tiga ini yang dalam perencanaan sudah matang dan sebentar lagi mau kita mulai," pungkas Presiden Jokowi.

Lebih lanjut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menerangkan bahwa konstruksi LRT Sumsel yang dibangun memiliki jalur sepanjang 22,3 km ini menghabiskan biaya sekitar 11,6 triliun rupiah.

"Apa yang kita bangun di sini ada suatu konstruksi sepanjang 22,3 km dan kita menghabiskan kira-kira 11,6 triliun totalnya. Ini merupakan kombinasi antara APBN dan APBD," ujar Menhub Budi.

Tarif operasional LRT sendiri berkisar antara Rp 5.000 - Rp 10.000 tergantung dari jarak yang ditempuh. Tarif Rp 5.000 akan dikenakan untuk jarak tempuh pendek, sedangkan tarif sebesar Rp 10.000 dikenakan untuk tujuan ke Bandara. Sementara itu selama uji coba dengan melibatkan masyarakat yang akan berlaku tanggal 20-30 Juli 2018, tiket LRT Sumsel akan digratiskan.

"Untuk tarif ke bandara sebesar sepuluh ribu, yang jarak dekat sebesar lima ribu. Tanggal 20 sampai 30 akan gratis, tapi itu kerja sama dengan bank. Jadi kalau akan gunakan ini secara gratis datang ke Stasiun Bumi Sriwijaya, Jakabaring, Bandara dan ke Cinde nanti dapat tiket kartu, bisa tap gratis. Setelah tanggal 30 kita akan lihat lebih lanjut akan gratis atau tidak," jelas Menhub Budi.

Selama Asian Games 2018 berlangsung dari jumlah total 13 stasiun yang ada, hanya akan ada 4 stasiun LRT yang beroperasi yaitu Stasiun Bumi Sriwijaya, Jakabaring, Bandara dan Cinde.

Komentar

Embed Widget
x