Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 19 November 2018 | 09:06 WIB

Kalla Optimis Divestasi Freeport Tinggal Sejengkal

Selasa, 17 Juli 2018 | 19:00 WIB

Berita Terkait

Kalla Optimis Divestasi Freeport Tinggal Sejengkal
Wakil Presiden Jusuf Kalla - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla bilang pemerintah optimis bahwa divestasi 51% saham PT Freeport Indonesia (PTFI/Freeport) berjalan lancar.

Kata Kalla, melalui pembicaraan lebih lanjut di tingkat menteri, setelah penandatanganan perjanjian pendahuluan (heads of agreement/HOA) oleh PT Inalum, Freeport McMoran Inc dan Rio Tinto.

"Jadi, prinsipnya sudah disetujui di HO. Tinggal dirincikan, artinya itu nanti urusan staf. Ini kan urusan menteri, HOA, kemudian perjanjian-perjanjiannya itu nanti pengacara dan macam-macam terlibat, negosiasi dan rincian lainnya. Jadi, optimis bisa. HOA itu bisa jalan," kata Kalla di Kantor Wapres, Jakarta, Selasa (17/7/2018).

Dia mengemukakan, pekerjaan tambang di Freeport adalah proyek berkelanjutan. Sehingga perjanjian investasi yang sudah dilakukan sebelumnya, dapat diperbarui melalui HOA tersebut.

"Ini bukan barang green field, bukan barang yang baru mulai dibangun. Jadi, begitu diambil, tahun depannya sudah ada penghasilannya, walaupun sudah ada perjanjian-perjanjian mungkin reinvestasi lagi. Artinya, tidak meragukan lagi bahwa ini jalan," ujar Kalla.

Terkait keterlibatan 11 bank asing dalam perjanjian awal tersebut, Kalla menyebut tidak masalah. Hal itu diperlukan agar tidak muncul masalah mengenai neraca pembayaran, apabila menggunakan bank milik pemerintah.

"Kita kan perlu memasukkan dana dari luar ke dalam negeri. Kalau dari sini diambil 3 hingga 4 miliar dolar AS, maka bisa masalah nanti kita punya neraca pembayarannya," kata Kalla.

Inalum, Freeport McMoran (FCX) dan Rio Tinto, telah melakukan penandatanganan Pokok-Pokok Perjanjian terkait penjualan saham FCX dan hak partisipasi Rio Tinto di PT Freeport Indonesia ke Inalum.

Sehingga, kepemilikan saham Inalum di PTFI setelah penjualan menjadi senilai 51% dari semula 9,36%.

Pokok-Pokok Perjanjian tersebut selaras dengan kesepakatan pada 12 Januari 2018 antara Pemerintah Indonesia, Pemptov Papua, dan Pemkab Mimika, di mana pemerintah daerah akan mendapatkan saham 10% dari kepemilikan saham PTFI.

Dalam perjanjian tersebut, Inalum harus mengeluarkan dana US$3,85 miliar untuk membeli hak partisipasi Rio Tinto di PTFI, dan 100% saham FCX di PT Indocopper Investama, yang memiliki 9,36% saham di PTFI. Para pihak akan menyelesaikan perjanjian jual beli ini sebelum akhir 2018.

Komentar

Embed Widget
x