Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 18 Oktober 2018 | 08:50 WIB

DPR: Seberapa Besar Efisiensi Holding BUMN Migas?

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 18 Juli 2018 | 02:29 WIB

Berita Terkait

DPR: Seberapa Besar Efisiensi Holding BUMN Migas?
Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, Fajar Hari Sampurno - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengklaim, holding migas antara PGN dan Pertagas melahirkan efisiensi tata kelola migas di dalam negeri. Berapa efisiensinya?

Hal itu disampaikan Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, Fajar Hari Sampurno dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR, Jakarta, Selasa (17/7/2018).

"Manfaat integrasi bisnis gas ini bisa jadi pendorong efisiensi dibidang perekonomian dan utilisasi ketahanan energi nasional," kata Fajar.

Namun, Fajar tidak mengungkapkan dengan detail efisiensi dari holding migas. Fajar hanya menyebutkan sebelum ada holding, infrastruktur PGN dan Pertagas baik yang sudah beroperasi dan terencana, malah tidak efisien. Khususnya untuk wilayah Jawa Bagian Barat yang menjadi pusat kebutuhan gas terbesar di Indonesia.

Adapun infrastruktur yang tidak efisien kata dia, terkait fungsi pipa distribusi backbone PGN di Jawa Barat. Sistem ini seharusnya bisa iintegrasikan dengan pipa transmisi Cilamaya-Cilegon milik Pertagas.

Setelah adanya integrasi ini, maka pembangunan infrastruktur tidak tumpang tindih untuk pasokan gas ke konsumen akhir, sehingga terjadi efektifitas dan efisiensi distribusi gas dan pemanfaatan infrastruktur menjadi lebih optimal.

"Pembangunan infrastruktur yang tidak tumpeng tindih jadi bisa lebih bermanfaat," kata dia.

Mendengar paparan ini, anggota Komisi VI DPR, Daniel Lumban Tobing angkat bicara. Dia meminta BUMN merincikan berapa angka efisiensi dari pembentukan holding BUMN migas ini.

Cukup beralasan agar keyakinan kementerian BUMN bahwa pembentukan holding BUMN melahirkan efisiensi menjadi tidak terbantahkan.

"Holding migas jangan cuma cerita tapi tunjukan angkanya. Berapa sih efesiensinya dikasih angka dong jangan hanya cerita. Dengan ada holding bisa tercapai engga. Ketika PGN dan Pertagas jadi satu, bisa dikeluarkan angkanya," tegas Daniel.

Dia pun meminta agar PGN dan Pertagas, diaudit oleh BPK atau BPKP. Ini penting untuk mengetahui angka efisiensi dari pembentukan holding BUMN sektor migas.

Hari menimpali, kementerian BUMN sudah berkirim surat kepada BPKP untuk melakukan audit terhadap kedua BUMN tersebut. "Sudah. Kami sudah surati BPKP untuk lakukan audit," ujar Hari. [ipe]

Komentar

x