Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 18 Oktober 2018 | 08:53 WIB

Bappenas: Jumlah Dhuafa Turun karena Bansos

Rabu, 18 Juli 2018 | 08:09 WIB

Berita Terkait

Bappenas: Jumlah Dhuafa Turun karena Bansos
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Bambang Brodjonegoro - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Jumlah penduduk miskin pada Maret 2018, mencapai 25,95 juta orang. Turun menjadi 9,82% dibanding September 2017 yang jumlahnya 26,58 juta orang.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Bambang Brodjonegoro menyebut optimalisasi penyaluran bantuan sosial (bansos) di triwulan I-2018, signifikan menggerus jumlah kelompok dhuafa (miskin). Untuk pertama kalinya jumlah rakyat miskin di Indonesia berada di bawah 10%.

Bambang menuturkan, pemerintah belajar dari triwulan I-2017, di mana jumlah penduduk miskin absolut sempat naik pada Maret 2017, kendati persentase kemiskinannya turun.

Kala itu, lanjut mantan menteri keuangan Kabinet Kerja djilid I ini, pemerintah mengidentifikasi keterlambatan penyaluran bansos sebagai penyebabnya.

Bansos di sini, tutur Bambang, dibatasi pada Program Keluarga Harapan (PKH), Beras Sejahtera (Rastra), dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan juga Kartu Indonesia Pintar (KIP).

"Sempat di awal 2017 itu, ada keterlembatan sehingga ketika ada survei, orang ini merasa saya gak pernah terima, yang berarti pengaruh ke pengeluarannya yang tidak sebesar seharusnya sehingga terkategori miskin, mungkin tadinya ia tidak miskin," ujar Bambang di Jakarta, Selasa (17/7/2018).

Tahun ini, kata Bambang, Presiden Joko Widodo selalu mengingatkan para menteri terkait penyaluran bansos sejak Januari harus tepat sasaran. Tidak hanya program PKH, namun juga Rastra, BPNT, dan juga KIP dan KIS.

"Terus dana desa juga digulirkan lebih awal. Ada padat karya desa yang menyertai dana desa tersebut. Saya lihat kombinasi dari action ini yang berkontribusi terhadap penurunan tingkat kemiskinan," kata Bambang.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada Maret 2018, jumlah penduduk miskin atau penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan di Indonesia mencapai 25,95 juta orang. Atau setara 9,82%, berkurang 633,2 ribu orang dibandingkan posisi September 2017 yang berjumlah 26,58 juta orang, atau 10,12%.

Jika dibandingkan dengan Maret 2017, jumlah penduduk dhuafa menurun 1,82 juta orang. Selama September 2017-Maret 2018, jumlah penduduk miskin di perkotaan turun 128,2 ribu orang, dari 10,27 juta orang (September 2017) menjadi 10,14 juta orang (Maret 2018).

Sementara warga dhuafa di perdesaan turun 505 ribu orang, dari 16,31 juta orang (September 2017) menjadi 15,81 juta orang (Maret 2018). [tar]

Komentar

x