Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 Desember 2018 | 09:44 WIB

Kalla Ingatkan tak Mudah Kuasai Tambang Freeport

Rabu, 18 Juli 2018 | 19:08 WIB

Berita Terkait

Kalla Ingatkan tak Mudah Kuasai Tambang Freeport
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut Indonesia masih membutuhkan kerja sama dengan Freeport McMoran Inc untuk mengelola kawasan pertambangan tembaga, perak, dan emas di Tembagapura, Papua.

Pernyataan Kalla ini disampaikan terkait kepemilikan saham 51% oleh pemerintah melalui PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero/Inalum). "Kenapa hanya 51 persen? Karena kita masih membutuhkan teknologi dari Freeport itu sendiri. Kita bisa saja berusaha lebih besar, namun kita masih membutuhkan kerja sama, baik teknologi maupun kerja sama pemasaran dan manajemen dari proyek yang besar ini," kata Kalla saat memberikan pembekalan kepada Calon Perwira Remaja Akademi TNI dan Polri di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Rabu (18/7/2018).

Selain itu, kata dia, upaya pemerintah untuk dapat memiliki 51% saham PT Freeport Indonesia (PTFI/Freeport), merupakan langkah berkelanjutan untuk dapat menguasai keseluruhan saham di proyek pertambangan Bumi Cenderawasih itu.

Kalla mengatakan, untuk dapat menguasai seluruh saham Freeport, bagi Pemerintah bukanlah hal yang mudah. Mengingat, nilai proyek tersebut lumayan mahal, yakni Rp100 triliun.

"Nilai Freeport sekarang itu kira-kira Rp100 triliun, sehingga untuk membeli 49 persen sisanya itu nilainya hampir Rp50 triliun sendiri, dan tentu bukan hal mudah untuk berbicara itu dengan mereka (Freeport Mcmoran Inc.)," kata Kalla.

Untuk saat ini, lanjutnya, dengan upaya kepemilihan 51% saham, pemerintah bisa mengoptimalkan keterlibatan sumber daya manusia Indonesia dalam pengelolaan tambang tersebut.

"Tetap secara teknologi, secara teknis, kita tetap bekerja sama dengan Freeport yang telah menguasai teknis pertambangan. Tapi kita (Pemerintah) ingin agar generasi muda, dengan mayoritas (saham) itu agar terlibat dalam manajemen, terlibat dalam teknologi, dan terlibat dalam operasional," ujar Kalla.

Terkait ini, Inalum, Freeport McMoran Inc, dan Rio Tinto, telah melakukan penandatanganan pokok-pokok perjanjian terkait penjualan saham Freeport dan hak partisipasi Rio Tinto di PT Freeport Indonesia ke Inalum. Kepemilikan Inalum di PT Freeport Indonesia setelah penjualan saham dan hak tersebut menjadi 51% dari semula 9,36%.

Pokok-pokok perjanjian tersebut selaras dengan kesepakatan pada 12 Januari 2018 antara Pemerintah Indonesia, Pemerintah Provisi Papua, dan Pemerintah Kabupaten Mimika, di mana pemerintah daerah akan mendapatkan saham sebesar 10% dari kepemilikan saham PTFI.

Dalam perjanjian tersebut, Inalum akan mengeluarkan dana sebesar US$3,85 miliar untuk membeli hak partisipasi dari Rio Tinto di PTFI dan 100% saham FCX di PT Indocopper Investama, yang memiliki 9,36% saham di PTFI. Para pihak akan menyelesaikan perjanjian jual beli ini sebelum akhir tahun 2018. [tar]

Komentar

x