Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 17 Desember 2018 | 04:14 WIB

Jonan Bilang HoA dengan Freeport tak Mengikat

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 19 Juli 2018 | 17:40 WIB

Berita Terkait

Jonan Bilang HoA dengan Freeport tak Mengikat
Menteri ESDM Ignatius Jonan - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri ESDM Ignatius Jonan menegaskan bahwa Head of Agreement (HoA) antara Freeport McMoran dengan PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero/Inalum) tidak mengikat secara hukum.

"Kalau ditanya ke saya, mengikat apa tidak. Selama ini (HoA, red) memang tidak mengingat," kata Jonan saat rapat kerja dengan Komisi VII DPR, Jakarta, Kamis (19/7/2018).

Menurut Jonan, HoA itu merupakan kerangka kerja dalam bertransaksi pemerintah Indonesia guna mendapatkan 51% saham Freeport, melalui akuisis Rio Tinto dan Indocooper. Jadi, tidak ada sesuatu yang mengikat.

"Sebenarnya gini, kalau analogi saya. Kenapa kok dibuat HoA, supaya jelas, bayarnya kapan, kalau telat gimana, macam macam. Akuisisi ini bisa tuker saham, bayar pake deviden atau apa macam macam caranya," ujar Jonan.

Mendengar pernyataan Jonan, anggota Komisi VII DPR mempertanyakan, kenapa hal yang belum mengikat dipublikasikan? Dan, dan kenapa HoA ini perlu dibuat?

Atas pertanyaan ini, Jonan bilang: "Secara standart internasional perlu. Ini kayak tunangan. Pasti menikah? Ya enggak, tapi kalau enggak niat nikah, kenapa harus tunangan."

Menurut Jonan, secara pribadi bila HoA ini terwujud, diyakininya akan menguntungkan pemerintah. Tapi dia mengaku belum mau jawab. Mengingat itu bukanlah tupoksi pihakya.

"Kenapa ini diakuisisi untung. Ini perjalanan panjang 20 tahun, kaitannya sama mobil listrik misalnya, nah kalau massif, maka pemantiknya musti pakai tembaga. Nah, ini bisa ambil ini loh," ujar dia.

Sebelumnya, Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, perjanjian awal (Head of Agreement/HoA) antara Inalum dengan McMoran Inc (FCX) pada Kamis (12/7) disebut mengikat. "HoA ini mengikat harga. Kita berharap inalum bisa menyelesaikan dalam waktu dua bulan mendatang," ujar Rini. [ipe]

Komentar

x