Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 13 Desember 2018 | 19:22 WIB

Rupiah Loyo, Subsidi Listrik Bengkak

Oleh : Indra Hendriana | Jumat, 20 Juli 2018 | 18:51 WIB

Berita Terkait

Rupiah Loyo, Subsidi Listrik Bengkak
Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignatius Jonan - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat ikut berpengaruh pada subsidi listrik. Bahkan, nilai subsidi listrik diprediksi melebihi yang ditetapkan dalam APBN 2018 senilai Rp52,66 triliun.

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignatius Jonan merinci subsidi litrik pada APBN 2018 sebesar Rp47,66 triliun dan penggantian subsidi listrik pada tahun lalu dianggarkan Rp5 triliun, sehingga total subsidi listrik tahun ini sebesar Rp52,66 triliun.

"Subsidi listrik ditetapkan di APBN Rp52,66 relasiasi 25,01 triliun rupiah," kata Jonan, Jakarta.

Jonan memprediksi subsidi listrik Rp 59,99 triliun. Namun untuk memastikanya harus menunggu audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). "Kami lihat apakah melebihi seperti outlook kami Rp 59,99 triliun kami nggak tau, realsiasi setelah diaudit BPK," ujar Jonan.

Sementara Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Andy Noorsaman Sommeng juga mengatakan hal senada. Dia menyebut membengkaknya subsidi karena rupiah melemah terhadap dollar AS dan kenaikan harga minyak Indonesia Indonesian Crude Price (ICP).

Sebab, kata dia, kedua komponen tersebut merupakan bagian dari pembentukan tarif listrik.

Selain itu, penambahan jumlah pelanggan bersubsidi dengan daya 450 volt amper (va) dan 900 va tidak mampu juga menyumbang pembengkakan subsidi listrik.

"ICP kan (naik) sedangkan tarif nggak naik, jumlah pelanggan niak 4 sampai 5 persen yang 450 dan 900," kata dia. [hid]

Komentar

x