Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 Agustus 2018 | 17:26 WIB

Darmin Keluhkan Impor Migas Bikin Tekor Neraca

Oleh : - | Senin, 23 Juli 2018 | 04:09 WIB
Darmin Keluhkan Impor Migas Bikin Tekor Neraca
Menko Perekonomian Darmin Nasution - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menko Perekonomian Darmin Nasution menegaskan, stabilisasi neraca perdagangan menjadi masalah serius.

Kata Darmin, stabilisasi neraca perdagangan adalah modal dasar dalam menjaga nilai tukar rupiah. "Kalau neraca perdagangan surplus, tekanan kita, apakah arus modal, akan berkurang. Nah, kalau bisa begitu rupiah lebih anteng. Begitulah urutannya," kata Darmin di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Minggu (22/7/2018).

Saat ini, lanjut mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) ini, perekonomian Indonesia banyak menghadapi tantangan. Berupa perang dagang hingga normalisasi moneter sejumlah negara maju.

Dari dalam negeri, kata dia, Indonesia dihadapkan kepada defisit neraca perdagangan khususnya dari perdagangan migas.

Bisa jadi Darmin melongok pada neraca perdagangan semester I-2018 yang jebol alias defisit US$1,02 miliar. Padahal, neraca perdagangan nonmigas mengalami surplus US$4,4 miliar, masih tak terasa impaknya. Lantaran neraca perdagangan migas mengalami defisit luar biasa yakni US$5,4 miliar.

Untuk soal moneter, Darmin bilang, BI telah menaikkan tingkat suku bunga acuan (BI 7 Days Reverse Repo Rate) hingga 5,25%. Saat ini, pemerintah tengah ancang-ancang menggenjot ekspor serta membatasi impor khususnya sektor migas.

Salah satu kebijakan yang bertujuan membatasi impor migas adalah kewajiban bauran minyak kelapa sawit dalam biodiesel sebesar 20%, atau sering disebut B20.

Dengaqn cara ini, Darmin meyakini, impor migas bisa ditekan hingga US$5,5 miliar per tahun. "Kalau kita mengurangi impor (migas), kita menghemat devisa hampir 5,5 miliar dolar AS. Jadi, bisa menutup defisit migas kita," kata Darmin.[ipe]

Komentar

x