Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 21 Oktober 2018 | 05:35 WIB

Biaya Sambungan Listrik Mahal, Jonan Minta Subsidi

Oleh : M Fadil Djailani | Senin, 23 Juli 2018 | 14:29 WIB

Berita Terkait

Biaya Sambungan Listrik Mahal, Jonan Minta Subsidi
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan mengungkapkan bahwa sekitar 265.000 rumah tangga di Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tidak bisa menyambung listrik walaupun di wilayah tersebut ada kabel dan tiang listrik.

Informasi ini ia peroleh dari Direktur PT PLN (Persero) yang membawahi provinsi DIY. Jonan mengatakan tidak adanya akses sambungan listrik padahal listrik wilayaj tersebut tersedia, lantaran biaya untuk penyambungan listrik yang sangat mahal, untuk listrik dengan tegangan 450 Va biaya sambunganya mencapai Rp1 juta rupiah.

Jonan memperkirakan Jika semua rumah tangga itu diberikan subsidi akan memakan biaya Rp265 miliar. Jonan mengusulkan solusi yang dapat diberikan pemerintah kepada golongan rumah tangga itu adalah dengan memberikan subsidi biaya sambung listrik.

Jonan menuturkan, sebenarnya usulan tersebut pernah diutarakannya pada pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2018 lalu. "Saya juga sudah mengusulkan apa subsidinya mau ditambah untuk biaya sambungan listrik golongan rumah tangga R1 450 VA dan R1 900 VA non-rumah tangga Mampu (RTM)," kata Jonan dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (23/7/2018).

"Kalau Gunung Kidul (biaya sambung listrik) Rp1 juta, jika dikali 265.000 rumah itu cuma 265 miliar. ini kecil, wong subsidinya 50-60 triliun," tambah Jonan.

Jonan menjelaskan bahwa golongan rumah tangga tidak mampu yang akan disubsidi biaya sambung listriknya tidak akan mencapai dua juta rumah tangga. Dengan asumsi maksimal dua juta rumah tangga, dan jika subsidi biaya sambung diputuskan sebesar satu juta rupiah, maka total subsidi yang akan dikeluarkan oleh negara sebesar Rp2 triliun.

"Taruh lah 1 juta atau 2 juta rumah tangga, total Rp2 triliun. Sedangkan subsidinya hampir Rp60 triliun. Ini sekali diputuskan setahun selesai. Mohon dimasukkan di APBN 2019," katanya.

Komentar

x