Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 Agustus 2018 | 09:14 WIB

DPR: Pemerintah Pasrah PDB 2018 Turun?

Oleh : M Fadil Djailani | Senin, 23 Juli 2018 | 20:01 WIB
DPR: Pemerintah Pasrah PDB 2018 Turun?
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah dalam APBN 2018 mematok target pertumbuhan ekonomi 2018 sebesar 5,4%, namun tampaknya target tersebut akan sulit tercapai, lantaran pemerintah hanya sanggup mencapai 5,2% saja.

Hal tersebut terungkap saat Badan Anggaran (Banggar) DPR RI melakukan Rapat Panja Perumus Kesimpulan dengan Pemerintah mengenai pembahasan kesimpulan laporan realisasi Semester I dan Prognosis Semester II APBN TA. 2018, di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (23/7/2018).

Untuk itu Anggota Banggar DPR, Bambang Haryo dari Fraksi Partai Gerindra mempertanyakan target pertumbuhan ekonomi tersebut, dirinya menilai pemerintah sudah menyerah dengan tiba-tiba bersifat letoy.

"Kita harus punya optimistis menarget sesuai target kita, kita kejar pak, kalau tidak tercapai tidak masalah, jangan belum-belum menyerah, ini namanya letoy," kata Bambang di ruang rapat Banggar.

Menurut Bambang proyeksi target pertumbuhan ekonomi pada semester II-2018 dibilang kecil lantaran hanya 5,3%, sehingga ini yang menyebabkan target pertumbuhan ekonomi di 2018 hanya mencapai 5,2%, jauh dari target APBN 2018 yang sebesar 5,4%.

"Ini jauh sekali dari target 5,4%, kenapa target bapak hanya pada 5,3%, sehingga rata-rata menjadi 5,2%," katanya.

Memang dalam rapat tersebut, Pemerintah yang diwakili Kementerian Keuangan memproyeksikan pertumbuhan ekonomi sampai semester I-2018 diestimasikan 5,1%, sedangkan prognosis di semester II sebesar 5,3%, sehingga dalam satu tahun penuh rata-rata pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2%.

"Target pertumbuhan ekonomi di Semester II-2018 sebesar 5,3%, bila tercapai maka estimasi pertumbuhan ekonomi dalam satu tahun mencapai 5,2%, tentunya lebih tinggi dibandingkan tahun lalu, tapi lebih kecil dari target APBN sebesar 5,4%," kata Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani ditempat yang sama.

Askolani menyebut untuk bisa mencapai angka pertumbuhan di semester II-2018 tersebut, pemerintah menargetkan pertumbuhan konsumsi minimal harus berada di level 5,1%.

Selain itu, pertumbuhan investasi yang terekam dalam Penanaman Modal Tetap Bruto (PMTB) pada semester I yang sebesar 8% minimal perlu dipertahankan.

Dirinya yakin investasi akan terus tumbuh sejalan dengan upaya pemerintah yang telah memberikan berbagai suntikan insentif fiskal seperti tax holiday, tax allowance, dan lain sebagainya. Di sisi lain, impor juga tumbuh namun ini bisa diartikan ekonomi makin bergerak.

Selain itu, pelemahan kurs juga memberi nilai positif bagi ekspor. Meski di saat yang sama tentu akan meningkatkan impor. Maka, lanjut dia, perlu diwaspadai terhadap defisit neraca transaksi berjalan agar perekonomian menjadi seimbang.

Komentar

x