Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 17 Desember 2018 | 04:19 WIB

Ingin Genjot Ekspor, Ya Produk Pangan Halal

Selasa, 24 Juli 2018 | 09:09 WIB

Berita Terkait

Ingin Genjot Ekspor, Ya Produk Pangan Halal
Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) Bambang Prasetya - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Saat ini, masyarakat dunia mulai banyak yang tertarik dengan produk halal. Jelas-jelas ini potensi ekspor yang bisa digarap pengusaha Indonesia.

Rencananya, pemerintah Indonesia menggandeng International Halal Accreditation Forum (IHAF) yang menjadi pintu masuk ekspor produk halal dunia.

"IHAF ini memegang badan akreditasi produk halal seluruh negara. Mudah-mudahan dari situ bisa kencang (ekspor)," kata Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) Bambang Prasetya di Jakarta, Senin (23/7/2018).

Bambang menjelaskan, sertifikasi produk halal merupakan salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mendorong peningkatan ekspor.

Berdasarkan survei Global Islamic Economic Gateway, jumlah penduduk muslim pada 2020 bakal meningkat 20% dari total penduduk dunia. Otomatis, potensi pasar untuk produk halal semakin terbuka lebar.

Survei tersebut melaporkan, pada 2015 pasar global untuk produk pangan halal mencapai 16,6% dari pasar global. Atau nilainya setara US$1,17 miliar. Pada 2020 diperkirakan melonjak 18,3%.

Sayangnya, masing-masing negara menerapkan standarisasi sertifikasi yang berbeda-beda. Hal inilah yang menjadi kendala bagi masuknya produk halal asal Indonesia.

"Diharapkan dengan menggandeng IHAF, kita bisa ekspor produk halal ke negara-negara lain. Tidak hanya negara-negara Islam tetapi juga negara-negara lain yang banyak penduduk Muslim. Dan, China juga anggota IHAF," papar Bambang.

Dia mengatakan, inisiasi menggandeng IHAF terus dilakukan dan diharapkan kerja sama bisa terealisasi pada November mendatang. Nantinya, BSN akan bekerjasama dengan IHAF melalui Komite Akreditasi Nasional (KAN).

Kendati demikian, ia enggan menyebut nilai ekspor produk halal yang bisa dicapai dengan kerja sama tersebut. "IHAF mudah-mudahan bisa kerja sama November ini," imbuh Bambang.[tar]

Komentar

x