Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 18 Oktober 2018 | 08:58 WIB

Pipa Gas Masih Impor, Wamen Arcandra Minta Diganti

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 24 Juli 2018 | 17:48 WIB

Berita Terkait

Pipa Gas Masih Impor, Wamen Arcandra Minta Diganti
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah akan menaikan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) di sektor minyak dan gas bumi (Migas). Guna menjaga perekonomian nasional.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar mengatakan, berdasarkan laporan yang terima, beberapa alat sektor migas seperti pipa pas masih memakai produk luar negeri alias impor. Jadi, bukan produk dalam negeri.

"Beberapa kasus ada impor, katanya padahal barangnya di Indonesia. Ini saya cek, projectnya masuk gak," kata Arcandra usai rapat koordinasi soal TKDN di Kantor Kemenkp Kemaritiman, Jakarta, Selasa (24/7/2018).

Ke depan, Candra memastikan, pengunaan pipa gas haruslah buatan dalam negeri. Penggunaan produk dalam negeri bisa mendukung stabilitas nilai tukar rupiah dan menjaga cadangan devisa (cadev). Sebab, setiap impor barang pasti memakai devisa. "Kalau impor, rupiah tertekan, kalau dalam negeri maka kita bisa jaga devisa. Ini juga nanti ada multiplier effect," ujar dia.

Namun, pipa yang dipakai itu harus memenuhi standar. Sebab dalam bisnis migas keselamatan jadi faktor utama. Untuk itu, pihaknya akan mensortir setiap penggunaan pipa tersebut. "Ini tugas saya melihat bagaimana caranya untuk yang bisa diproduksi dalam negeri bisa digunakan," ujar dia.

Candra juga mengingatkan, penggunaan TKDN di sektor migas perlu terus ditingkatkan. Sepanjang 2015, tingkat kandungan dalam negeri mencapai 64%. Atau lebih tinggi ketimbang 2014 sebesar 54%.

TKDN sektor migas sempat mengalami penurunan pada 2008, namun kembali meningkat pada tahun berikutnya. "Dari kurva kami, periode 2016-2018 selalu naik penggunaan TKDN-nya. Kurva kita, 2016 sebesar 55 persen, 2017 sebesar 58 persen, 2018 sudah 64 persen," ujar dia. [ipe]

Komentar

x