Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 Agustus 2018 | 09:11 WIB

Pertamina Dikuyo-kuyo, Ini Kata Eks Menteri ESDM

Oleh : - | Rabu, 25 Juli 2018 | 05:09 WIB
Pertamina Dikuyo-kuyo, Ini Kata Eks Menteri ESDM
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Isu keuangan PT Pertamina (Persero) menjadi pokok pembicaraan mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said ketika menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Sudirman usai bertemu JK di Kantor Wapres, Jakarta, Selasa (24/7/2018), menyebut Pertamina bak kapal induk yang berukuran super besar, namun terlihat kedodoran. Karena, beban dan tanggung jawab yang dipikul, cukup berat.

Menurut Sudirman yang baru saja kalah dalam Pilgub Jawa Tengah ini, Pertamina mengalami dilema. Di satu sisi, Pertamina adalah perusahaan BUMN yang wajib mengoleksi keuntungan untuk negara. Di sisi lain, Pertamina harus mengikuti perintah negara yang mengancam keuangannya.

Yang dimaksud Sudirman tentu terkait harga BBM jenis premium. Di penghujung pemerintahan Joko Widodo, harga premium dipertahankan tetap. Padahal, harga minyak dunia memasuki tren naik. Celakanya, Pertamina yang harus menganggung selisih harga yang angkanya bisa puluhan triliun.

Beban Pertamina, kata dia, semakin berat manakala Presiden Joko Widodo menetapkan kebijakan BBM satu harga. "Pemerintah sebaiknya segera memisahkan kepentingan subsidi dengan kepentingan korporasi," kata Sudirman.

Bila tidak segera dilakukan, Sudirman bertaruh, keuangan Pertamina tidak akan sehat. Karena, ya itu tadi, bebannya semakin lama semakin besar. "Kalau saya berpendapat akan baik kalau Pertamina dibiarkan, dibangun hidupnya, dikembangkan sebagai korporasi yang sehat karena itu adalah bendera kita," papar Sudirman. [ipe]

Komentar

x