Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 14 Desember 2018 | 16:17 WIB

Pertamina Tunggu 'Nafas Buatan' dari Pemerintah

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 25 Juli 2018 | 19:20 WIB

Berita Terkait

Pertamina Tunggu 'Nafas Buatan' dari Pemerintah
Direktur Keuangan Pertamina Arief Budiman - (Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Pertamina (Persero) tengah menunggu kebijakan pemerintah untuk meringankan keuangan. Terkait penugasan BBM jenis premium dan subsidi solar.

Sebab, pemerintah memerintahkan Pertamina untuk tidak menaikkan harga jual premium dan solar, meski harga minyak dunia naik. Kebijakan inilai yang berdampak kepada pendapatan korporasi di sektor hilir. "Ya, kan turun (pendapatan kami dari sisi hilirnya, red)," kata Direktur Keuangan Pertamina Arief Budiman di Jakarta, Rabu (25/7/2018).

Arief berharap, kebijakan yang dikeluarkan pemerintah, nantinya berdampak postif pada kinerja keuangan perusahaan. "Ya kita masih lihat kebijakannya seperti apa. Mudah-mudahan secara total positif," ujar Arief.

Ia mengamini rencana pemerintah untuk meringankan beban Pertamina, dengan menambah subsidi solar dari Rp500 menjadi Rp2 ribu per liter. Dan, mengalihkan keuntungan atas penjualan minyak untuk menambal selisih harga Premium sangat baik.

Kedua rencana ini, menurutnya, bisa menolong Pertamina jika diterapkan. Sehingga beban keuangan industri migas pelat merah ini semakin ringan. Kondisi keuangan perusahaan bisa jauh lebih sehat jika piutang atas subsidi yang telah disalurkan dibayar pemerintah..

"Membantu lah, pemerintah kan konsen masalah ini. Ini juga membantu kita banyak. Rp 15 triliun tagihan sudah dibayar yang piutang 2016. Kita sudah cukup banyak dibantu," kata dia.

Sebelumnya, pemerintah berjanji tidak akan membiarkan Pertamina mengalami kesulitan keuangan. Pemerintah dipastikan akan memberi batuan kepada perusahaan pelat merah itu keluar dari masalah.

"Pemerintah tidak akan biarkan begitu saja (Pertamina)," kata Menko Perekonomian Darmin Nasutian disela-sela peringatan ulang tahun Kemenko Perekonomian ke-52, Minggu (22/7/2018).

Darmin mengamini, Pertamina memang tengah mengalami kesulitan dalam keuangan. Untuk itu, pemerintah akan memberikan bantuan. Namun demikian, dia tak merinci bantuan seperti apa yang akan diberikan pemerintah. "(Caranya) ya tidak perlu untuk diumumkan. Jangan you tanya itu (cara bantuannya)," ujar dia.

Dia bilang, masalah yang menimpa pertamina adalah, harga jual BBM yang terus ditahan khususnya BBM bersubsidi. Padahal, harga minyak mentah dunia terus meroket. "Tentu dia keuangannya agak seret," kata dia.

Diketahui, PT Pertamina (Persero) dikabarkan akan melepas hak partisipasi (participating interest) di sebagian asetnya. Hal ini lantaran Keuangan Pertamina dikabarkan tengah mengalami kesulitan. Ini yang membuat induk holding BUMN ini akan melepas sebagian hak partisipasinya.

Kabar ini pun menuai kontroversi hingga Seribuan pekerja yang tergabung dalam FSPPB (Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu) melakukan aksi demo untuk menolak rencana itu. [ipe]



Komentar

x