Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 18 Oktober 2018 | 08:54 WIB

Bos-bos Kadin Sudah Prediksi Rupiah Terjun Bebas

Kamis, 26 Juli 2018 | 02:29 WIB

Berita Terkait

Bos-bos Kadin Sudah Prediksi Rupiah Terjun Bebas
Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P Roeslani - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia tidak kaget dengan kenaikan suku bunga AS yang membuat nilai tukar rupiah, babak belur berkepanjangan.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P Roeslani di Jakarta, Rabu (25/7/2018), mengaku dunia usaha telah memperkirakan hal tersebut dan telah memasukkan hal tersebut dalam perencanaan bisnis tahun ini dan tahun depan.

"Sebetulnya kita dari pengusaha sudah tahu, sudah memperkirakan akan ada kenaikan suku bunga yang mengakibatkan biaya kita naik. Jadi sebenarnya dalam perencanaan kita tahun ini maupun tahun depan kita sudah masukkan hal itu," kata Rosan.

Bagi kalangan pengusaha, pelemahan rupiah melahirkan tiga pilihan pahit. Yakni, kehilangan margin (keuntungan), menaikkan harga, atau melakukan efisiensi besar-besaran.

Namun, Rosan bilang, tidak seluruh sektor bisnis yang mendapat pukulan hebat dari pelemahan rupiah. Bagi pengusaha yang memiliki ketergantungan impor tinggi, tentu saja sangat terpukul.

Sebaliknya, sektor-sektor yang berorientasi ekspor, justru saatnya mengeduk keuntungan berlipat, seperti batubara.

"Tapi ini sudah kita rencanakan. Jadi bukan sesuatu yang mengagetkan. Pengusaha mau naik atau turun pasti ada saja masukkannya, yang penting bagaimana kita coba antisipasi hal ini dengan opsi tadi," kata Rosan.

Sebelumnya, laju kurs US$ sempat melemah terhadap sejumlah mata uang utama dunia, tidak banyak berimbas kepada mata uang rupiah. Namun, nilai tukar rupiah tetap saja terkulai di atas Rp14 ribu per US$.

Pergerakan tersebut sesuai dengan perkiraan sebelumnya. Di mana, belum ada sentimen positif yang signifikan bisa mendongkrak posisi mata uang Garuda. Hingga saat ini, rupiah ya itu tadi, terkulai.

Nilai tukar rupiah, di pasar spot, Rabu (25/7/2018, dibuka menguat 0,19% menjadi Rp14.517/US$. Begitu pula kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menguat 0,18% menjadi Rp14.515/US$.

Namun hingga pukul 10.30 WIB, rupiah kembali terkoreksi, meskipun masih menguat jika dibandingkan Selasa (24/7/2018), di pasar spot, satu dolar AS dihargai Rp14.525. [tar]

Komentar

x