Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 21 Oktober 2018 | 01:20 WIB

Ini Akibat Pemerintah Tak Sabar Beli Freeport

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 26 Juli 2018 | 16:53 WIB

Berita Terkait

Ini Akibat Pemerintah Tak Sabar Beli Freeport
Mantan Menteri Keuangan era orde baru Fuad Bawazier - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Mantan Menteri Keuangan era orde baru Fuad Bawazier menilai, langkah pemerintah untuk mendapatkan 51% saham Freeport McMoran melalui PT Inaum terlalu terburu-buru.

Apalagi pemerintah musti mengeluarkan US$3,85 miliar. "Untuk memperoleh 51 % saham nggak usah cara begini, ya tunggu aja, pemerintah pasif saja tahun 2021, siapa yang akan gerak, pasti Freeport akan kalang kabut, saham pasti hancur, pasti akan 0, pasti dia akan kacau," kata Fuad di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (26/7/7/2018).

Pemerintah bisa menunggu sampai kontrak karya habis di tahun 2021 nanti. Pada saat kontrak kaya habis pemerintah bisa dengan mudahnya mendapatkan Freeport.

"Jadi, enggk usah berbuat apa-apa saja dulu. Freeport pasti akan minta tolong bagaimana gaji, PHK dan sebagainya," ujar dia.

Mengenai langkah pihak Freeport membawa ke pengadilan Arbitase karena kontrak karya tidak diperpabjang, Fuad menyarankan pemerintah tak perlu khawatir, meski akan mengeluarkan uang lebih banyak.

"Kalau masuk arbitrase kalah, ya coba kita kalau kalah bukan (bayar) US$ 3,85 miliar taoi bayar US$6 miliar ya engga apa-apa. Kalaupun kalah. Tapi kalau bayar US$6 miliar kita 100 persen (menggenggam sahamnya) Freport juga pergi. Pergi malah enggk direccokin lagi," kata dia.

Kemudian, kata dia, bila nantinya Freeport membawa ke jalur arbitrase bila kontraknya akan habis, maka diperlukan satu proses yang panjang dan akan membuat Freeport merugi.

"Jadi enggak akan ada masalah. Jadi nggak usah ada kepanikan, kenapa kita mesti harus bayar ada mitos juga bahwa Papua (bisa) mati tanpa Freeport," kata Fuad. [hid]


Komentar

x