Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 21 September 2018 | 15:51 WIB

Perang Dagang

Pengusaha Ketar-ketir, Pemerintah Punya Jurus Ini

Oleh : Mohammad Fadil Djailani | Jumat, 27 Juli 2018 | 13:51 WIB

Berita Terkait

Pengusaha Ketar-ketir, Pemerintah Punya Jurus Ini
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China yang kian memanas ternyata membuat para pengusaha dalam negeri cukup ketar-ketir, terutama bagi para pengusaha yang berorientasi ekspor.

Pemerintah pun tidak tinggal diam dengan situasi ini, menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ancaman perang dagang telah mampu menciptakan ketidakpastian ekonomi global yang baru, kebijakan Donald Trump Presiden AS ini telah mampu menambah keruh situasi ekonomi global yang sedang lesu.

Maka dari itu pemerintah punya jurus untuk menangkal ancaman perang dagang bagi kegiatan ekonomi di tanah air, setidaknya ada 3 kebijakan yang bakal ditempuh pemerintah.

"Pertama dari sisi ekspor, selain disampaikan apa langkah yang dilakukan pemerintah untuk mendorong mulai dari simplifikasi perizinan oleh Menko melalui OSS maupun berbagai macam insentif yang diberikan baik dalam bentuk perpajakan bea cukai dan perizinan yang lain," kata Sri Mulyani di Jakarta, Jumat (27/7/2018).

"Juga kita dengarkan keluhan dari mereka terutama yang menyangkut investasi dan ekspor. Ada yang bilang untuk menstabilkan harga kelapa sawit dengan adopsi policy B20 dan B30 bahkan di Brazil sampai B100, implementasinya seperti apa, dan Presiden sudah menginstruksikan dan ini akan menjadi follow up bagi kami semua," tambah Sri Mulyani.

Kebijakan yang kedua, pemerintah akan mempermudah bagaimana perizinan industri ekspor, apakah batu bara, kelapa sawit, karet, sampai kepada manufaktur baik sifatnya elektronik dan makanan dapat di ekspor dengan mudah, tanpa harus terhambat perizinan yang berbelit.

Sementara kebijakan yang ketiga, pemerintah akan berupaya membawa devisa ekspor bisa masuk ke Indonesia, sehingga akan juga memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia.

"Apa yang perlu kami, pemerintah lakukan agar para pengusaha betul-betul membawa kembali devisanya ke dalam negeri dan menginvestasikan atau menggunakan itu untuk meningkatkan kapasitas ekonomi atau kegiatan usaha mereka," kata Sri Mulyani. [jin]

Komentar

x