Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 21 November 2018 | 07:47 WIB

Ini Modal Pertamina Jadi Perusahaan Kelas Dunia

Oleh : Wahid Ma'ruf | Jumat, 27 Juli 2018 | 14:01 WIB

Berita Terkait

Ini Modal Pertamina Jadi Perusahaan Kelas Dunia
Wakil Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - PT Pertamina (Persero) merupakan satu-satunya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bertugas menyediakan, mengelola dan mendistribusikan bahan bakar minyak (BBM) bagi seluruh masyarakat.

Pemerintah akan terus memperkuat Pertamina menjadi perusahaan kelas dunia (world class oil company) yang dapat menjalankan fungsinya sebagai BUMN dan tugas negara sebagai perpanjangan tangan Pemerintah untuk kebijakan-kebijakan yang bernilai startegis serta berdampak langsung ke masyarakat.

"Pemerintah ingin Pertamina menjadi National Oil Company kelas dunia yang dapat berdiri diatas kaki sendiri, itu visi kita," ujar Wakil Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar di Jakarta, Senin (23/7).

Meningkatkan kontribusi Pertamina dalam produksi migas nasional merupakan bagian dari roadmap membesarkan Pertamina. Kontribusi Pertamina yang saat ini sekitar 23% akan ditingkatkan menjadi 39% pada tahu 2019 dengan adanya pemberian blok migas terminasi kepada Pertamina.

"Pemerintah telah memberikan 12 blok migas terminasi kepada Pertamina, termasuk Blok Mahakam, ONWJ, Tengah, Attaka, East Kalimantan, North Sumatera Offshore, Sanga-sanga, Southeast Sumatera, Tuban dan Ogan Komering. Terakhir, Blok Jambi Merang dan Raja-Pendopo yang diserahkan Mei 2018," tambah Arcandra.

Menurut laporan Pertamina, dari 10 blok migas terminasi selain Mahakan dan ONWJ, perkiraan tambahan pendapatan Pertamina sebesar US$ 24 miliar untuk 20 tahun kedepan. "Ini tentu bisa mengkompensasi isu keuangan Pertamina yang ramai dibicarakan belakangan ini," kata Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Publik Kementerian ESDM, Agung Pribadi seperti mengutip dari esdm.go.id.

Bahkan untuk mengurangi beban keuangan Pertamina, Pemerintah juga telah mengusulkan untuk menambah subsidi solar. "Pada rapat kerja dengan Komisi VII DPR-RI, ESDM bersama DPR telah menyepakati kenaikan subsidi solar tahun ini menjadi Rp 2.000 per liter. Sedangkan untuk tahun 2019 menjadi maksimum Rp 2.500 per liter," jelas Agung.

"Pemerintah pasti memperhatikan Pertamina. Tak mungkin ada pembiaran. Pemberian 12 blok migas terminasi, meningkatkan kontribusi produksi migas Pertamina dan upaya peningkatan subsidi solar merupakan sebagian upaya konkrit untuk meningkatkan kinerja Pertamina. Mendorong Pertamina menjadi perusahaan migas kelas dunia," papar Agung.

Salah satu blok migas terminasi yang diberikan kepada Pertamina adalah blok Jambi Merang. Pada blok terminasi tahun 2019 tersebut, Pertamina memberikan komitmen investasi sebesar US$ 239 juta atau Rp3,2 triliun. Itu adalah komitmen investasi terbesar selama ini. Pada blok tersebut, Pertamina juga memberikan bonus tandatangan sebesar US$17,3 juta kepada Pemerintah atau sekitar Rp232 miliar. Itu pun merupakan yang terbesar yang pernah ada.

Sejak Januari 2017 hingga Juli 2018 terdapat 25 blok migas yang menggunakan kontrak skema gross split. Kontrak yang menggantikan skema cost recovery tersebut telah memberikan total komitmen investasi sekitar US$ 1,28 miliar dan bonus tandatangan sebesar US$74,8 juta. Blok Jambi Merang yang dikelola Pertamina merupakan kontributor terbesar.

Komentar

x