Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 14 Desember 2018 | 21:00 WIB

Harap Tenang, BI Jamin Likuiditas Bank Masih Aman

Sabtu, 28 Juli 2018 | 17:00 WIB

Berita Terkait

Harap Tenang, BI Jamin Likuiditas Bank Masih Aman
Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara - (Foto: Riset)

INILAHCOM, Jakarta - Bank Indonesia (BI) menepis anggapan bahwa likuiditas perbankan mengetat. Menyusul pertumbuhan kredit agresif. Sementara, pertumbuhan penarikan simpanan moderat.

Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara di Jakarta, Jumat (27/7/2018), mengklaim, likuiditas perbankan masih longgar. Hal itu tercermin dari transaksi di Pasar Uang Antar Bank (PUAB).

Dia mengatakan, bunga di PUAB untuk tenor satu bulan, menurun dratis dari 7,1% pada awal Juli 2018, menjadi 6,5% di akhir Juli 2018. "Penurunan bunga transaksi itu menandakan likuiditas tidak seret karena permintaan likuiditas dapat dipenuhi oleh pasokan. Sehabis lebaran likuiditas kembali ke kas bank sehingga terjadi penurunan suku bunga antar bank," ujar Mirza.

Informasi saja, PUAB merupakan medium transmisi paling sensitif dari penyesuaian suku bunga kebijakan Bank Indonesia atau 7 Day Reverse Repo Rate.

Apabila, suku bunga kebijakan dari Bank Sentral naik, maka suku bunga di PUAB adalah medium pertama yang terpengaruhi. "Ini menunjukkan walau BI naikin suku bunga tapi likuiditas cukup. PUAB tenor satu bulan turun, tenor lain juga seperti itu," ujar Mirza.

Mirza berkilah, likuiditas perbankan memang sempat mengetat di pertengahan kuartal II-2018, karena nasabah banyak menarik dana tunai dari perbankan untuk kegiatan konsumsi saat Ramadhan dan Lebaran. "Maka BI buka fasilitas untuk likuiditas yakni term repo dan forex (fx) swap," ujar Mirza.

Term Repo dan FX Swap merupakan beberapa instrumen operasi moneter BI untuk mengendalikan likuiditas rupiah, dan juga valuta asing. Namun, data kinerja dari laporan harian bank umum (LHBU) perbankan hingga akhir Juli 2018 menunjukkan rasio kredit terhadap pendanaan bank (Loan to Funding Ratio/LFR) yang berpotensi naik. Pasalnya, pertumbuhan kredit hingga pekan ketiga Juli 2018 kian agresif sebesar 11,3% (year on year/yoy). Sementara pertumbuhan simpanan hanya 6,9% (yoy).

Jika merujuk data terakhir BI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pertumbuhan kredit yang tinggi dan simpanan yang moderat sudah terjadi sejak Mei 2018. Pertumbuhan DPK tercatat sebesar 6,7% (yoy), sedangkan kredit sebesar 10,2% (yoy). Di Juni 2018, menurut data OJK, pertumbuhan kredit perbankan mencapai 10,75% (yoy) dan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 6,99% (yoy). [tar]

Komentar

x