Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 23 September 2018 | 10:27 WIB

Dampak Negatif Pencabutan DMO Batubara PLN

Pengamat: Siap-siap TDL Naik!

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 31 Juli 2018 | 14:20 WIB

Berita Terkait

Pengamat: Siap-siap TDL Naik!
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Pencabutan Domestic Market Obligation (DMO) atau kewajiban batu bara untuk pasokan pembangkit listrik dalam negeri dinilai akan membuat tarif dasar listrik (TDL) naik.

Kebijakan itu akan membuat PLN dalam mendapatkan batu bara mengikuti harga pasar yang saat ini naik. Pilihannya ialah bila PLN tidak menaikan TDL, maka keuangannya akan berdarah-darah karena selalu merugi.

"Ketika harga naik, pengusaha batu bara lah yang paling dapat untung banyak. Dan rakyat yang siap-siap bayar listrik lebih mahal kalau DMO dicabut, atau PLN menderita, ya keuangannya berdarah-darah," kata Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara dalam diskusi "DMO Batu Bara & Nasib Konsumen" di Jakarta, Selasa (31/7/2018).

Mustinya pemerintah tak mencabut kebijakan yang dinilainya berpihak terhadap masyarakat. Pencabutan DMO itu dinilainya berpihak kepada pengusaha batu bara.

Padahal, PLN harus membangun di daerah-daerah terpencil. Kemudian harga jual listrik harus sama antara Jakarta dan daerah terpencil.

"Harga harus satu, harga (listrik) di Jakarta dengan di Papua itu harus sama. Padahal pemakaian listrik di Papua itu sangat minim. Itu artinya PLN harus mensubsidi. Bagaimana kalau subsidi dari pelanggan kaya di Jawa terhadap pelanggan miskin di Papua itu bisa terjadi kalau PLN nya sendiri menuju kebangkrutan," ujar dia.

Dengan begitu dia meminta pada pemerintah untuk mengurungkan niat tersebut. Sebab, kebijakan itu tidak daulat energi. "Pak Jokowi, Pak Luhut, Pak Jonan yang punya kuasa saat ini kembali menjadikan negara ini berdaulat dan juga kembali apa yang diatur di pancasila yaitu menegakan keadilan sosial," ujar dia.

"Berlaku adilah dalam membuat kebijakan dan aturan sehingga SDA bisa dirasakan oleh seluruh rakyat. Bukan hanya akan dinikmati oleh segelintir orang menjadi pengusaha tambang batu bara," kata Marwan menambahkan. [hid]

Komentar

x