Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 17 Desember 2018 | 04:14 WIB

DMO Batubara Dicabut, PLN Tanggung Beban Jumbo

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 31 Juli 2018 | 16:17 WIB

Berita Terkait

DMO Batubara Dicabut, PLN Tanggung Beban Jumbo
(Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)

INILAHCOM, Jakarta - Pengamat energi Marwan Batubara menyebut ada potensi PT Perusahaan Listrik Negara (Persero/PLN) menanggung beban Rp11 triliun dalam lima bulan ke depan, terkait pemcabutan Domestic Market Obligation (DMO) batubara.

"Beban PLN akan meningkat sekitar Rp11 triliun apabila kebijakan DMO batu bara dicabut, dan itu bisa berlangsung dalam lima bulan ke depan," kata Marwan dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa (31/7/2018).

Marwan yang menjabat sebagai Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS), menjelaskan, beban PLN sebesar Rp11 triliun merupakan biaya operasional dalam keseluruhan pembangkit listrik yang dimiliki PLN, apabila mengikuti harga batubara secara nasional.

Perhitungan Marwan itu dilandaskan masih mayoritasnya pembangkit listrik berbahan bakar batubara milik PLN. Di mana, sebanyak 60% mayoritas dari keseluruhan pembangkit listrik nasional.

Dengan kebijakan DMO, berdasarkan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM), minimal 25% produksi batubara harus dijual ke PLN, dengan banderol US$70 per ton untuk kalori 6.332 GAR. Atau mengikuti Harga Batu bara Acuan (HBA) jika HBA di bawah US$70 per ton.

Sedangkan, apabila aturan alokasi batu bara untuk keperluan domestik (DMO) ini diubah mengikuti harga internasional yang dipakai PLN, bukan lagi harga batas atas US$70.

Kemungkinan tersebut yang diproyeksi bakal ditanggung besar oleh PLN. Namun, sebelumnya, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, memastikan, rencana pencabutan Domestic Market Obligation (DMO) tidak akan membebani keuangan PT PLN (Persero). "Tidak ada, kami sudah hitung. Tidak ada dampak sama sekali ke PLN. Kita tidak ingin keuangan PLN goyang," kata Luhut.

Luhut menambahkan, rencana pencabutan DMO batubara juga tidak akan berdampak pada kenaikan tarif listrik seperti yang dikhawatirkan banyak pihak. "Kita sudah hitung, tidak akan membuat listrik naik. Tidak ada urusannya," katanya.

Luhut bilang, rencana pencabutan DMO yang masih akan dikaji itu justru akan memperkuat keuangan PLN. Lantaran masih dikaji, Luhut menyebut kebijakan mengenai kewajiban penambang batu bara menjual 25 persen hasil produksinya ke pasar lokal masih akan tetap berlaku.

"Saya tegaskan ya. Saya ingin menggarisbawahi jangan ada yang ragu untuk kirim ke PLN. Kirim saja, tidak ada masalah. Kita pasti kasih waktu untuk sosialisasi dan kita pastikan tidak ada yang dirugikan," katanya.[ipe]

Komentar

x